Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ilustrasi
Dream - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menambah satu posisi di jajaran direksi perusahaan. Nicodemus Panarung Lampe diangkat menjadi direktur pelayanan maskapai penerbangan pemerintah tersebut.
Selain mengangkat direksi baru, para pemegang saham menyetujui rencana perusahaan menebitkan surat utang syariah (Sukuk) global bernilai US$ 500 juta. Penebitan ini diharapkan bisa menambah keperluaan pembiayaan kegiatan perseroan.
Mengutip keterangan tertulis Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa PT Garuda Indonesia, Jumat, 15 Mei 2015, selain perubahan susunan pengurus perseroan, disepakati pula 6 poin dalam pertemuan tersebut.
Diantara persetujuan tersebut adalah penetapan remunerasi untuk anggota direksi dan komisaris tahun buku 2015. Garuda juga akan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dalam rangka program Program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP).
Sepanjang 2015, Garuda INdonesa melaporkan terjadi peningkatan keuntungan bersih perusahaan sepanjang kuartal I-2015 hingga 107,5 persen atau menjadi US$ 12,4 juta. Setahun yang lalu, Garuda justru membukukan rugi bersih US$ 166,2 juta.
Pendapatan perusahaan pada periode tersebut mencapai US$ 927,3 juta, naik 13,4 persen dibandingkan periode sama setahun lalu US$ 817,4 juta.
Selama tiga bulan pertama 2015, maskapai pelat merah ini telah mengangkut 7.601.395 penumpang, meningkat sebesar 18,3 persen dibanding periode Q1 tahun 2014 yang sejumlah 6.427.978 penumpang. Sedangkan angkutan kargo naik 6,7 persen menjadi 100.920 ton.
Garuda Indonesia melaporkan total pesawat yang dimiliki perusahaan, termasuk yang dipakai anak usaha Citilink, berjumlah 174 unit. Hingga akhir tahun, Garuda menargetkan bisa menambah armadanya menjadi 190 pesawat dengan rata-rata usia 4,3 tahun. (Ism)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?