Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dream - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Tiongkok melampaui Amerika Serikat sebagai importir top minyak mentah dunia pada bulan April lalu. Impor Tiongkok diperkirakan akan tetap kuat meskipun terjadi perlambatan ekonomi.
Seperti dikutip dari Arab News, Jumat 15 Mei 2015, impor minyak yang melonjak tersebut sangat mengejutkan. Pasalnya, di tengah ekonomi Tiongkok yang tumbuh besar sementara permintaan minyak diperkirakan akan menurun. Namun, harga minyak rendah dan penurunan suku bunga Tiongkok berturut-turut adalah faktor yang mendorong permintaan minyak tetap tinggi.
Impor minyak mentah Tiongkok mencapai rekor hampir 7,4 juta barel per hari (bph) bulan lalu, melewati impor Amerika Serikat yang diperkirakan 7,2 juta barel per hari untuk bulan April.
Meski posisinya akan turun lagi ke peringkat kedua dalam beberapa bulan ke depan, namun lonjakan bulan lalu sudah cukup mengindikasikan Tiongkok akan menggeser AS sebagai importir minyak mentah terbesar di dunia selamanya.
Tiongkok adalah konsumen energi terbesar di dunia, dengan minyak menjadi yang paling banyak diperdagangkan di pasar energi di negara itu. Menyalip AS berarti Tiongkok adalah pengguna hampir semua jenis komoditas energi, termasuk batu bara, bijih besi, dan sebagian metal lainnya.
" Menjadi importir minyak mentah terbesar di dunia akan meningkatkan daya beli Tiongkok. Keterlibatan Tiongkok di Timur Tengah akan terus berubah, dan tidak akan lagi menjadi pemain minoritas," kata Philip Andrews-Speed, kepala penelitian keamanan energi di National University of Singapore.
" Tiongkok menjadi tidak hanya lebih penting untuk negara-negara Timur Tengah, tetapi Timur Tengah menjadi semakin lebih penting ke Tiongkok dibanding terhadap negara-negara lain yang mengimpor lebih sedikit minyak," tambahnya.
Penurunan 60 persen harga minyak dunia antara Juni 2014 dan Januari 2015 karena banjir pasokan mendorong Tiongkok untuk membangun saham, mengubah arus perdagangan, dan politik minyak. (Ism)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane