Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dream - Komitmen sangat penting dalam bekerja. Mulai dari olahragawan, aktor hingga CEO perusahaan membutuhkan komitmen.
Namun komitmen saja tidak cukup. Agar bisa bekerja dengan maksimal, selain komitmen juga dibutuhkan kompetensi.
Seperti dikutip dari Gulf News, kompetensi berarti setiap individu punya pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai yang dibutuhkan dalam pekerjaan. Jadi kompetensi juga penting, tapi akan tidak berguna jika tidak ada komitmen.
Karyawan dengan daya saing tinggi namun tidak punya komitmen tetap dianggap pintar walaupun tidak mampu bekerja secara maksimal. Sementara karyawan yang penuh komitmen perlu bekerja keras meski tidak punya daya saing yang tinggi.
Komitmen akan nampak saat penilaian terhadap karyawan dilakukan. Saat itu, akan muncul karyawan mana yang mampu memberikan nilai pada perusahaan mereka melalui wawasan, kerja keras, atau kinerja.
Karyawan yang memiliki komitmen telah dikaitkan dengan tujuan strategis dan kepuasan pelanggan. Di banyak perusahaan, karyawan merasa tidak dihargai sehingga seringkali mereka tidak punya komitmen dalam pekerjaannya.
Komitmen (punya kemauan melakukan pekerjaan) dan kompetensi (mampu melakukan pekerjaan) sangat dibutuhkan karyawan di masa depan yang pada akhirnya menjadi kontribusi bagi perusahaan. Kontribusi terjadi ketika karyawan merasa bahwa kebutuhan pribadi mereka terpenuhi melalui partisipasi mereka dalam perusahaan mereka.
Bagi karyawan masa depan, kontribusi menjadi semakin penting terutama bila mereka diberi pilihan untuk menghabiskan waktu profesional mereka.
Secara sederhana, kompetensi berhubungan dengan kepala, sementara komitmen dengan tangan dan kaki, dan kontribusi dengan hati. Dalam persamaan bakat ini, tiga hal ini merupakan perkalian, bukan tambahan. (Ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya