Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Aksi beli investor domestik masih belum mereda meski kondisi regional dan kurs rupiah belum mendukung. Munculnya ancaman badai Elnino membuat investor berspekulasi memburu saham komoditas CPO.
Meski ditutup menguat, indeks saham syariah juga sempat dibayangi aksi jual. Alhasil indeks syariah sempat terpeleset ke zona merah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 13 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 1,752 poin (1,05%) ke level 168,611.
Menguatnya ISSI disokong naiknya harga saham dari 116 emiten syariah. Sebaliknya, 74 emiten tertekan aksi jual dan 52 lainnya bertahan stagnan.
Jelang liburan kali ini, pelaku pasar aktif mentransaksikan 40,84 miliar saham syariah. Aksi jual beli ini membuat emiten syariah berhasil menghimpun dana Rp 4,51 triliun.
Laju ISSI memang berhasil menutup perdagangan di zona hijau. Namun, penutupan ini sempat diwarnai terpelesetnya ISSI ke wilayah negatif.
ISSI sempat jatuh ke level terendah di 166,737 dan terbang ke posisi tertinggi di 169,012.
Aksi beli juga mulai mewarnai saham-saham bluechips syariah. Lebih dari dua pertiga atau 21 emiten unggulan syariah menutup perdagangan di zona hijau. Sisanya, 9 emiten unggulan syariah ditutup melemah.
Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menguat 9,077 poin (1,30%) ke level 706,031. Indeks berisi 30 emiten bluechips syariah ini sempat melejit ke level tertinggi 708,449 dan terendah di 696,746.
Saham emiten perkebunan kelompok Astra, AALI kembali menjadi pencetak kenaikan harga saham tertinggi (top gainer) dengan menguat Rp 1.850 (7,66%) ke level Rp 26.000 per saham.
Emiten unggulan syariah penghuni top gainer lainnya adalah SILO yang menguat Rp 625, INTP Rp 575, PTBA Rp 300, dan INDF Rp 275 per saham.
Jelang liburan kali ini, bursa saham Indonesia memang tengah dilanda aksi beli investor lokal. Terbukti, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 40,521 poin (0,78%) ke level 5.246,133.
Lantai bursa sore ini berhasil menghimpun dana Rp 6,54 triliun dengan 68,82 miliar saham beralihtangan. Pemodal asing masih membukukan nett sell sekitar Rp 377,71 miliar.
Sementara itu kurs rupiah sedikit mulai melawan kedigdayaan dolar AS. Rupiah sore ini bertengger di level 13.154 per dolar AS, terapresiasi 47 poin (0,36%).
Sayangnya, rupiah justru sempat terhempas ke level 13.220 per dolar AS meski smepat dibuka menguat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya