Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Indeks acuan saham syariah Indonesia sukses menjaga laju positifnya di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru ditutup melemah.
Terperosoknya IHSG ke zona merah ini dipicu aksi jual besar-besaran pelaku pasar pada emiten-emiten di sektor perbankan.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 15 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 0,413 poin (0,24%) ke level 169,024.
Meski menguat, ISSI harus berjuang keras keluar dari zona hijau. Munculnya aksi beli jelang penutupan, sukses mengangkat ISSI ke zona positif.
Laju ISSI sempat terpeleset ke teritori negatif dengan posisi terendah di 168,128. Sementara posisi tertinggi ISSI dicetak di level 169,588.
Sebanyak 106 emiten syariah menyambut libur akhir pekan di zona hijau. Sebaliknya, 84 emiten syariah harus rela berakhir pekan di zona negatif dan 49 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi saham syariah sepanjang hari ini menjcapai Rp 3,78 triliun berasal dari aksi jual beli 34,61 miliar.
Di jajaran emiten bluechips syariah, saham-saham favorit kembali menjadi buruan pelaku pasar. Alhasil, indeks Jakarta Islamic Index (JII) sukses menembus zona positif di akhir perdagangan.
Ditutup menguat 2,820 poin (0,40%), indeks JII menyapa liburan akhir pekan di level 708,851. JII sempat terperosok ke zona merah di level terendah 703,594. Sementara posisi tertinggi dicetak di level 711,175.
Separuh penghuni JII sukses bertengger di zona hijau. Sementara 14 emiten bluechips syariah melaju lemah dan 1 lainnya stagnan.
Saham-saham bluechips favorit jadi korba aksi beli investor dipimpin emiten UNVR yang menguat Rp 1.200 per saham. Top gainer lainnya adalah AALI yang menguat Rp 400, SMGR Rp 275, PTBA Rp 250, dan UTMG Rp 200 per saham.
Nasib kurang beruntung dicetak IHSG yang harus menutup perdagangan di zona merah. Padahal IHSG memulai perdagangan dari zona hijau.
IHSG ditutup melemah 19,037 poin (0,36%) ke level 5.227,096. Indeks acuan bursa saham Indonesia ini sempat jatuh ke level terendah di 5.214,077.
Lantai bursa di perdagangan Harpitnas ini berhasil menghimpun dana Rp 5,69 triliun dengan 52,32 miliar saham yang berpindahtangan.
Investor asing yang mengawali perdagangan dengan nett buy tipis, justru berbalik melakukan aksi jual jelang penutupan. Asing membukukan nett sell Rp 170,76 miliar.
Kabar baik hadir dari pasar keuangan. Meski hanya naik 8 poin (0,06%), rupiah sukses menguat ke level 13.057 per dolar AS.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya