Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Menurut survei perusahaan asuransi Partnership, yang dikutip dari Gulf News, Minggu, 17 Mei 2015,kesalahan finansial yang paling banyak ditemukan adalah: tidak menabung dan bercerai.
Hingga 61 persen responden mengatakan tidak memiliki tabungan adalah kesalahan terbesar. Sementara menikah dan kemudian bercerai adalah kesalahan terbesar berikutnya yang dirasakan para responden.
Mereka yang menyesal tidak punya tabungan adalah orang-orang yang masuk masa pra-pensiun. Kelompok dengan usia mulai 40 sampai 50 tahun ini mencapai 46 persen.
Survei tersebut mengungkapkan saat orang sudah semakin dekat dengan masa pensiun, menabung menjadi masalah hingga membuat mereka stres.
" Mereka butuh menyisihkan uang untuk pensiun daripada menabung untuk hal umum," kata laporan Partnership.
" Riset ini mengungkapkan bahwa orang tidak hanya harus bekerja keras untuk menabung ketika masih mampu bekerja, tapi juga harus bisa menggunakannya dengan bijak saat masa pensiun datang," kata Andrew Megson, CEO Partnership.
Megson menambahkan, menikah dan kemudian bercerai juga dianggap kegagalan finansial terbesar oleh responden.
" Tampaknya dua kesalahan finansial paling umum tersebut berkaitan dengan sikap tidak mau mengambil tindakan sama sekali, bukan karena membuat kesalahan. Mereka telah berjudi dengan taruhan yang besar," kata Megson.
Penyesalan finansial tersebut juga dirasakan warga Uni Emirat Arab. Menurut survei National Bonds, hanya 36 persen warga UEA yang bisa menabung untuk masa pensiun.
" Mereka memahami harus menyisihkan uang untuk masa depan, tapi hanya sedikit yang mau melakukannya dengan sungguh-sungguh," kata Mohammed Qasim Al Ali, CEO National Bonds.
" Keinginan kuat untuk membuat keputusan masih di bawah harapan. Pensiun sangat dipikirkan oleh para pekerja asing namun merencanakan kehidupan yang lebih baik setelah pensiun masih kurang."
Indeks Tabungan National Bonds menunjukkan bahwa mayoritas pekerja asing Arab (88 persen) merasa bahwa tabungan mereka saat ini tidak akan cukup menopang mereka di masa depan. Begitu juga dengan pekerja asing Asia (71 persen) dan Barat (78 pers) merasakan hal yang sama.
" Jadi masalahnya bukan karena para pekerja asing tidak menyadari mereka harus menabung. Namun karena mereka terlalu sibuk mengatur dan memenuhi kebutuhan hidup jangka pendek."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya