Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (http://www.digitalfusionmag.com/)
Dream - Para peneliti di Australia dan Selandia Baru tengah merancang sebuah komputer yang bisa marah jika penggunanya tak bisa memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Program dalam komputer itu menggunakan data keluhan yang disampaikan nasabah ke bank-bank di Australia selama dua tahun.
Dengan kehadiran komputer supersensitif ini yang rencananya mulai beroperasi pada akhir tahun ini, dapat mensimulasikan ratusan juta interaksi nasabah yang marah karena tidak mendapat layanan yang baik.
Mengutip laman Dailymail.co.uk, Sabtu, 16 Mei 2015, komputer yang dijuluki Radiant ini terinspirasi oleh super-komputer yang diciptakan oleh Isaac Asimov pada tahun 1950-an.
Proyek komputer supersensitif ini telah mendapat sokongan dana US$ 500 ribu dari perusahaan pembuat software dan konsultan pelanggan, Touchpoint Group.
" Tujuan proyek ini adalah membangun sebuah mesin yang dapat merekomendasikan solusi kepada perusahaan. Kami berbicara tentang customer service, bagaimana mereka bisa memperbaiki masalah yang dihadapi pelanggan," kata CEO Touchpoint, Frank van der Velden kepada The Australian.
Progam dalam komputer itu akan secara konstan menggunakan perintah logika 'bagaimana jika' untuk melihat apakah skenario solusi yang ditawarkan bermanfaat bagi pelanggan atau malah semakin membuat mereka marah.
" Hal ini bisa dilakukan dengan mengajari Radiant untuk belajar semua bentuk interaksi dengan pelanggan di masa lalu, baik yang berhasil ataupun tidak."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya