Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wapres Jusuf Kalla (Merdeka.com)
Dream - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjawab keraguan 200 pengusaha Inggris yang tergabung dalam Asia House London. Berjanji menjadikan Papua sebagai perhatian, JK sukses menarik peminat investasi dari pebisnis di ibukota Inggris tersebut.
Dalam sebuah jamuan santap siang yang dipandu Michael Lawrence, Chief Executive Asia House, JK harus meladeni salah satu pertanyaan yang muncul tentang Papua.
Didampingi Dubes RI untuk London T.M. Hamzah Thayeb, JK menjawab jika sistem otonomi prorakyat di Papua berjalan sangat baik. Dalam pelaksanaan otonomi tersebut, para pendatang tidak dimungkinkan menjabat sebagai gubernur Papua.
" Tetapi warga Papua secara politis dan aturan dimungkinkan menjabat gubernur di seluruh wilayah Indonesia," kata JK dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 15 Mei 2015.
Untuk meyakinkan para pengusaha Inggris, JK bahkan mengungkapkan janji Presiden Jokowi yang akan rutin mengunjungi Papua sekali dalam tiga bulan.
Bahkan pada kunjungannya yang terakhir pekan lalu, Presiden Jokowi mengumumkan untuk membebaskan para jurnalis asing untuk melakukan liputan di Papua. Selain masalah HAM dan penegakan hukum,
Di depan Wapres, para pengusaha London menyampaikan ketertarikannya untuk terus berinvestasi di Indonesia. Umumnya mengakui jika Indonesia masih sangat atraktif sebagai tujuan investasi.
Sementara JK menyampaikan jika Indonesia telah memiliki rencana pengembangan infrastruktur di Indonesa seperti jalan tol, jembatan, pelabuhan, bandara, serta prasarana kereta api.
JK juga menginformasikan bahwa kini di Indonesia sedang digalakkan proyek pembangunan listrik 35 ribu MW dalam tempo 5 tahun atau 7 MW/ tahun. Proyek ini ditaksir akan menelan total investasi hingga sekitar 500 triliun rupiah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya