Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Menteri BUMN RI, Rini M. Soemarno Meresmikan Workshop Heavy Machining Center Milik Barata Indonesia. (Foto: Barata Indonesia)
Dream - PT Barata Indonesia (Persero) mengincar nilai kontrak senilai Rp10 triliun. Untuk mencapai target, perusahaan pelat merah ini berencana membentuk satu anak usaha yang bergerak di bidang energi pada 2020.
Finance and Human Resource Barata, Rahman Sadikin, mengatakan perusahaan menargetkan kontrak senilai Rp10 triliun dengan penjualan Rp7 triliun. Dari operasional tersebut, perusahaan pelat merah ini berharap bisa mengeruk laba bersih Rp350 miliar.
“ Ini adalah peluang kerja sama, tidak hanya EPC (engineering procurement construction), tetapi juga investasi,” kata Rahman di Muamlat Tower, Jakarta, ditulis Jumat 15 November 2019.
Guna memuluskan target tersebut, Barata Indonesia berniat untuk memisahkan usaha divisi produsen komponen turbin menjadi anak usaha.
Divisi pabrikasi komponen turbin ini dianggap berpotensi menjadi anak usaha karena telah menyumbang 50 persen dari total pendapatan yang didapat perusahaan.
Pertimbangan kedua spin off divisi pabrikasi turbin ini adalah para pemainnya di sektor ini terbilang masih sedikit.
“ Kami mencoba spin off menjadi subsidiary,” kata dia.
Rahman mengatakan kemungkinan anak usahanya ini bernama Barata Energy. Bisnisnya bergerak di sektor energi, sesuai namanya.
“ Kami akan menjadi investor (di sana). Kalau jadi kontraktor, sangat susah dapat harga bagus,” kata dia.
Selanjutnya, kata Rahman, perusahaan ini akan menargetkan IPO pada 2021. “ Diharapkan ini menjadi peluang untuk dikerjasamakan dengan Bank Muamalat. Banyak mitra Barata beralih ke syariah,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam