Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Konferensi Pers BCA Wealth Summit (Dream.co.id/Okti Nur Alifia)
Dream - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tak membuat PT Bank Central Asia (BCA) pesimistis dalam menyalurkan kredit. Sebaliknya, BCA optimistis bakal mencapai target pertumbuhan kredit berkisar 8-10 persen pada akhir tahun 2022.
" Penyaluran kredit sampai saat ini, so far so good, kita terus terang masih confidence dengan penyaluran kredit (2022)," kata Haryanto dalam BCA Talk: Road to BCA Wealth Summit 2022 Senin, 5 September 2022.
Optimisme mampu mencapai target pertumbuhan kredit juga ditopang rasio Current Account and Saving Account (CASA) atau dana murah yang diperoleh dari tabungan dan deposito yang masih tinggi.
BCA mencatat rasio dana murah perusahaan mencapai 81 persen pada kuartal III 2022. Dengan posisi ini, tingkat ketergantungan pada suku bunga deposito tidak terlalu tinggi.
“ Penyaluran kredit sampai saat ini so far so good," ujarnya.
Berdasarkan penghitungan tersebut, BCA menyimpulkan kenaikan BBM akan memberikan dampak relatif kecil dalam kegiatan penyaluran kredit Perseroan.
Sementara itu BCA melaporkan, transaksi investasi yang dilakukan di WELMA (aplikasi wealth management BCA) mencapai lebih dari Rp50 triliun sejak diluncurkan akhir tahun 2019 lalu.
WELMA dibuat BCA untuk menyediakan kemudahan bagi masyarakat dan nasabah untuk memiliki produk investasi.

Kontribusi WELMA turut menopang pertumbuhan dana kelolaan perseroan. Hingga semester I/2022, kinerja dana kelolaan BCA tumbuh positif, terlihat dari pertumbuhan asset under management (AUM) produk Reksa Dana dan Obligasi yang mencapai 54% secara year on year.
Dream - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Dalam pengumumannya tersebut, Arifin mengungkapkan jika harga BBM bersubsidi naik.
" Pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan harga BBM bersubsidi," kata Arifin dalam konferensi pers, Sabtu, 3 September 2022.
Menurut Arifin, kenaikan harga BBM bersubsidi berlaku satu jam sejak diumumkan. Artinya, kenaikan harga mulai berlaku pukul 14.30 WIB.
" Jadi akan berlaku pada pukul 14.30 WIB," ujarnya.
Sementara itu, rincian perubahan harga BBM bersubsidi terlihat dalam tabel berikut:
1. Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter
2. Solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter
3. Pertamax non subsidi dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.
Sumber: Merdeka
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya