Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pegawai Kurir (Foto: Shutterstock)
Dream – Siapa tidak kenal dengan Amazon? Perusahaan besutan Jeff Bezos ini menjelma menjadi raksasa e-commerce saat ini. Kesuksesan Amazon ini disebabkan oleh beragam faktor.
Salah satunya adalah kerja keras karyawan. Tapi, ada sisi kelam yang dialami oleh karyawan Amazon, terutama kurir.
Dilansir dari Metro, Selasa 12 Desember 2017, pengantar barang untuk Amazon harus banting tulang demi bisa mengantarkan 200 paket per hari. Mereka bekerja dengan jam shift 12 jam.
Sakit ketatnya, mereka jarang sekali ke toilet untuk buang air. Bahkan, air kencingnya dimasukkan ke dalam botol demi target pengiriman. Tak hanya itu, driver juga acapkali ngebut untuk bisa mencapai target.
Ternyata, kurir yang dipekerjakan Amazon ini berasal dari perusahaan outsourcing untuk menghindari pemberian hari libur atau cuti sakit.
Kasus ini diungkapkan oleh driver yang berasal dari Prospect Commercial Ltd., yang bekerja di depot Amazon di Sheffield, Inggris. Selain harus membayar sewa van dan asuransi, para kurir ini juga mengklaim upah uang diterima berada di bawah upah minimum nasional.
© Dream
Dalam sebuah pernyataan, Amazon Inggris memastikan pengemudi dari pihak ketiga mendapatkan upah sesuai dengan ketentuan.
Mereka mengatakan pengemudi menerima upah minimal 12 poundsterling (Rp217.204) per jam. Itu tidak termasuk bonus, insentif, dan penggantian bahan biaya bakar.
“ Kami terus mencari layanan yang lebih baik untuk penyedia layanan pengiriman, mitra pengiriman, dan pelanggan. Kemajuan kami bergantung pada pelaksanaan dan penilaian yang baik dari karyawan dan penyedia layanan pengiriman kami,” kata perusahaan.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya