Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dede Atmo Pernoto, Penyandang Disabilitas Yang Menjadi Driver Go-Jek. (Foto: Solider.or.id)
Dream – Bagi seorang difabel, mencari kerja bukan perkara mudah. Mereka harus merasakan pahitnya pengalaman mendapat perlakuan yang berbeda dari orang normal.
Meski begitu, para penyandang difabel punya kebutuhan yang mungkin sama dengan orang normal lainnya. Kebutuhan itupun menuntut untuk dipenuhi.
Para difabel pun tak mau menyerah pada nasib. Mereka berusaha semaksimal mungkin demi mendapatkan rezeki dan kesempatan kerja yang setara.
Hal itulah yang dirasakan oleh seorang difabel bernama Dede Atmo Pernoto. Dia memutuskan menjadi mitra Go-Jek sebagai driver demi kasih sayangnya kepada keluarga.
Dikutip dari keterangan tertulis Go-Jek yang diterima Dream, Selasa 12 Desember 2017, Dede memutuskan menjadi mitra Go-Jek dua bulan yang lalu. Penyebabnya, dia sering gagal saat mencoba menjalankan usaha seperti penjual rokok dan pakan burung.
“ Waktu mendaftar ke Go-Jek, saya ada kebutuhan ekonomi yang mendesak. Pekerjaan saya yang lama tidak bisa memenuhinya,” kata pria asal Karangjati Tarub, Tegal, Jawa Tengah.
Dede mengatakan persyaratan untuk menjadi driver cukup mudah. Hanya butuh dokumen seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
“ Alhamdulillah diterima, tapi saya harus melengkapi SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian),” kata dia.
Dalam kesehariannya menarik penumpang, Dede menceritakan beragam pengalaman dialaminya. Dede seing kali menemukan penumpang yang kaget melihat dirinya yang difabel. Entah sudah berapa kali, penyewa membatalkan pesanan saat mengetahui pengemudinya seorang difabel.
Alasannya takut celaka.
Tapi tak semua meninggalkan pengalaman sedih. Dede sering kali mendapatkan penumpang yang dermawan. Mereka memberikan ongkos lebih besar dari yang seharusnya diterima.
Berbekal sepeda motor roda tiga, Dede bisa memenuhi kebutuhan anak dan istri. Dengan pekerjaan barunya, dia bisa menyisihkan uang untuk biaya kuliah anak-anaknya kelak.
“ Anak saya harus lebih dari saya. Dengan adanya saya bermitra dengan Go-Jek, saya bisa menabung untuk masa depan anak-anak saya nanti. Ya, jangan sampai seperti bapaknya. Sekolah yang tinggi dan jadi orang yang berguna untuk orang banyak,” kata dia.
Dede mengaku sempat diprotes keluarga dan diminta untuk bekerja di bidang yang lain. Tapi, pria berusia 40 tahun ini optimistis pekerjaannya sebagai driver Go-Jek bisa mengangkat derajat keluarganya.
(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya