Cara Menkominfo dan CEO Gojek Dorong Transaksi Non-Tunai

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 23 November 2017 06:41
Cara Menkominfo dan CEO Gojek Dorong Transaksi Non-Tunai
Selain itu, transaksi elektronik juga bisa mendorong transaksi non tunai.

Dream – Saat ini, pemerintah mendorong masyarakat Indonesia untuk bertransisi dari transaksi tunai ke non-tunai. Untuk mendukung upaya itu, edukasi mengenai inklusi keuangan melalui inovasi transaksi elektronik terus digalakkan.

" Transaksi non-tunai merupakan salah satu dari delapan hal yang mampu mengubah dunia ke arah akselerasi digital,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, di Jakarta, Rabu, 22 November 2017.

Rudiantara mengatakan, perlu ada kerja sama dari setiap sektor usaha untuk menggalakkan transaksi elektronik. Ini demi tercapainya visi gerakan masyarakat non-tunai.

Pada kesempatan yang sama, Founder dan CEO PT Gojek Indonesia Nadiem Makarim mengatakan, teknologi memegang peranan sangat penting.

Menurut dia, fitur dompet elektronik (e-wallet) berperan besar untuk menjembatani masyarakat. Terutama bagi mereka yang belum bisa mengakses bank (unbankable), dengan lembaga penyedia jasa keuangan.

" Tanpa akses non tunai, masyarakat tidak bisa mengakses layanan termurah dan terbaik,” kata dia.

Nadiem mengatakan Gojek telah meluncurkan dompet elektronik, Go-Bills, yang mempermudah masyarakat dalam bertransaksi. Masyarakat dapat membayar ongkos ojek online maupun iuran BPJS Kesehatan dan tagihan listrik melalui fitur ini.

Tak hanya itu, penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi ini juga menggandeng 14 bank untuk mendorong inklusi keuangan. Bahkan, fitur Go-Pay sudah digunakan oleh sekitar 50 persen pelanggan Gojek.

“ Kami melakukan integrasi dengan berbagai bank. Kami membantu meningkatkan saving account mereka dengan transaksi elektronik Go-Pay,” kata dia.

(ism, Laporan: Annisa Mutiara Asharini)

Beri Komentar