6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Masyarakat Indonesia kini mulai beramai-ramai menggunakan pembiayaan syariah saat akan membeli kendaraan bermotor. Tengok saja kineja PT Adira Finance.
Sepanjang tahun 2015, Adira melaporkan pembiayaan syariah mereka mengalami pertumbuhan hingga meroket 90 persen. Adira saat ini menangani pembiayaan syariah kendaraan bermotor hingga Rp 4,5 triliun.
" Itu memberikan kontribusi 15 persen pada pembiayaan baru pada tahun 2015," ungkap Adira dalam keterangan tertulisnya dikutip Dream, Jumat, 12 Februari 2016.
Secara keseluruhan, Adira mencatat pembiayaan syariah perusahaan memberikan konstribusi 12 persen pada piutang pembiayaan yang dikelola atau Rp 5,4 triliun pada akhir 2015.
Keuangan syariah memang bukan barang baru bagi Adira. Perusahaan pembiayaan yang merupakan anak usaha PT Bank Danamon Indonesia Tbk pernah menerbitkan surat utang syariah pada tahun 2015.
Tahun lalu, Adira Finance telah menyalurkan pembiayaan untuk 1,5 juta unit sepeda motor atau setara Rp 17,6 triliun. Sementara penyaluran pembiayaan baru untuk mobil mencapai 111 unit atau Rp 12,6 triliun.
Diakui Adira, Penjualan domestik kendaraan baru, baik sepeda motor baru maupun mobil, telah terimbas oleh kondisi usaha dan perekonomian yang menantang salama tahun 2015.
Penjualan sepeda motor baru turun 18 persen menjadi 6,5 juta unit pada tahun 2015. Sedangkan penjualan mobil baru terus menurun hingga 16 persen menjadi 1,0 juta unit pada tahun 2015.
Hal ini berdampak pada bisnis pembiayaan Adira untuk kendaraan baru yang turun 20 persen menjadi Rp 18,6 triliun. Namun perusahaan sukses menggenjot pembiayaan kendaraan bekas sebesar 7 persen menjadi Rp 11,7 triliun.
" Dengan demikian, pembiayaan baru kami hanya turun 10 persen menjadi Rp 30,5 triliun," kata Willy Suwandi Dharma, direktur utama Adira Finance.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
