Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Banjir likuditas dana asing mendorong bursa saham syariah kembali ke zona hijau. Aksi beli asing dengan nett buy hingga Rp 878 miliar menutup sentimen negatif regional dan harga minyak dunia yang rontok.
Perburuan saham-saham terlihat terjadi di sektor industri aneka dan industri dasar yang naik 4,07 persen dan 1,84 persen.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 11 Februari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 1,828 poin (1,23%) ke level 150,705.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga menguat 9,817 poin (1,55%) ke level 643,982.
Kedua indeks acuan saham syariah ini sebetulnya memulai perdagangan dari zona negatif. ISSI bahkan sempat jatuh ke level terendahnay di 148,738.
Namun penguatan yang terjadi pada nilai tukar rupiah membuat investor memperoleh kepercayaan diri untuk kembali melantai. Alhasil, sebagian besar indeks acuan mulai bergerak menguat.
Dengan transaksi perdagangan saham mencapai Rp 4,47 triliun, aksi beli investor berhasil mengangkat 92 emiten ISSI ke zona hijau. Sisanya, 66 emiten bergerak melemah dan 61 lainnya bertahan stagnan.
Di jajaran saham bluechips syariah, sebanyak 18 emiten JII juga ditutup menguat.
Untuk hari ini investor tampaknya menghindari saham-saham yang bergerak di sektor perkebunan. Indeks sektor ini turun 0,35 persen.
Saham bluechips syariah yang masuk jajaran top gainer adalah UNVR yang naik Rp 700, INTP Rp 650, ASII Rp 325, SMGR Rp 225, dan JSMR Rp 125 per saham.
Sebaliknya, top losser indeks JII dihuni oleh AALI yang turun Rp 325, ICBP Rp 300, LPPF Rp 200, INDF Rp 50, dan LSIP Rp 45 per saham.
Penutupan signifikan juga dicetak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bertengger di level 4.775,860 atau menguat 43,377 poin (0,92%). Laju positif IHSG ini bertolak belakangan dengan sebagian besar indeks acuan Asia.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah sempat bergerak menguat ke level tertinggi di 13.340 per dolar AS. Namun di sesi penutupan, rupiah sedikit melemah 48 poin (0,36%) menjadi 13.502 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya