Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Pekerja Saudi Tengah Memandang Kilang Minyak (sputniknews.com)
Dream - Saudi Aramco, perusahaan minyak negara Arab Saudi, berencana menerbitkan surat utang syariah (sukuk) untuk pertama kalinya. Perusahaan yang disebut-sebut termahal di dunia ini menyatakan akan terus melakukan investasi pada proyek gas dan minyak bumi di tengah kondisi harga yang melemah.
CEO Aramco, Khalid al-Falih dalam sebuah konferensi di Riyadh, Saudi mengatakan ambisi untuk terus berinvestasi mendorong perusahaan mempertimbangkan obligasi syariah atau sukuk dalam beberapa tahun.
Tiga orang sumber dalam perusahaan yang tak mau disebutkan namanya menyebut Aramco tengah melakukan pembicaraan dengan beberapa bank untuk mewujudkan langkah tersebut.
Namun hingga sejauh ini belum ada bank yang ditunjuk dan tidak diketahui berapa nilai penjualan yang ditargetkan.
Untuk diketahui, Aramco menguasai cadangan minyak terbesar di dunia, dan saat ini merupakan penyuplai 10 persen dari produksi minyak seluruh dunia.
Perusahaan baru-baru ini melakukan pembicaraan dengan bank-bank untuk mendapatkan dana senilai US$ 4,7 miliar untuk membiayai kilang minyak yang dikembangkan dengan China Petroleum & Chemical Corp, kata sumber tersebut kepada Bloomberg pada bulan Desember 2015. Dan di tahun itu juga, Aramco meminjam dana US$ 10 miliar.
Sukuk yang diterbitkan Aramco Saudi akan menjadi yang pertama bagi perusahaan. Sebelumnya perusahaan menerbitkan sukuk senilai US$ 1 miliar melalui Saudi Aramco Total Refining & Petrochemical Co (Satorp), perusahaan patungan dengan perusahaan minyak Total, Perancis.
Pada tahun 2013, perusahaan patungan Saudi Aramco lainnya, Sadara Chemical Co dengan Dow Chemical Co, mendapat tambahan modal 7,5 miliar riyal melalui sukuk untuk membiayai kompleks pabrik kimia.
Seorang juru bicara Saudi Aramco menolak untuk berkomentar.
Sebelumnya, laman Fortune menyebut Aramco tengah berpikir untuk melepas saham ke publik lewat mekanisme IPO. Namun banyak pihak meraguan rencana bisnis ini akan dijalankan perusahaan pelat merah Saudi itu.
(Sumber: Gulf-Times)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
