Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Uang Kertas Euro (themalaysianinsider.com)
Dream - Iran memang tengah membutuhkan dana besar setelah bertahun-tahun terkena sanksi ekonomi dunia. Kini setelah sanksi dilepas, Iran pun menjual semua sumber dayanya, khususnya minyak, ke berbagai negara yang memerlukan.
Meski butuh dana, bukan berarti Iran menerima begitu saja aliran uang yang masuk. Iran ternyata mengajukan satu syarat untuk pembeli minyak mentahnya. Iran hanya mau dibayar dengan mata uang euro. Bukan mata uang negeri Paman Sam, dolar AS.
" Prioritas kami adalah mendapatkan uang tunai dan pembelian minyak dalam euro," kata Deputi Direktur dari National Iranian Oil Company, Ali Karamati, mengutip laman money.cnn.com, Rabu, 10 Februari 2016.
Prinsip Iran ini tentunya membuat negara-negara Eropa senang. Dengan syarat ini, Iran seolah memberikan sinyal untuk memperkuat hubungan bisnis dengan Eropa setelah sanksi ekonomi dicabut Januari lalu.
Ahli Timur Tengah dari Universitas Harvard, Majid Rafizadeh, mengatakan, " Apapuan selain menggunakan dollar akan baik untuk sektor keuangan dan politik."
Upaya Iran untuk menjauh dari pemakaian dolar AS sebetulnya bukan pertama kali terjadi. Namun pasar minyak mentah dunia yang lebih banyak menggunakan dolar AS membuat permintaan Iran ini cukup rumit.
" Iran memang sudah sejak lama ingin mengubah ke euro atau mata yang lainnya dalam aktivitas ekspor karena sejumlah alasan," ujar Rafizadeh.
Dengan mengurangi ketergantungan pada dolar AS, Iran berharap bisa mengurangi akibat yang muncul jika AS kembali memberikan sanksi pada negaranya.
Namun analis tampaknya ta terlalu terpengaruh dengan keputusan Iran tersebut.
" Jika yang melakukannya Arab Saudi, itu baru menjadi masalah besar," kata Win Thin, global head of emerging market currency strategy at Brown Brothers Harriman.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
