Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ivan Gunawan
Dream - Setelah sukses dengan koleksi hijab Crystal Blossom pada tahun lalu, desainer kondang Ivan Gunawan kembali melanjutkan kerjasama dengan label busana muslim, Zoya.
Di tahun kedua ini, pria yang karib disapa Igun ini membawa rancangan hijab bertema Marrocan Beauty. Hijab-hijab yang berpotongan lebih besar dari sebelumnya ini dihiasi dengan motif yang terinspirasi dari beberapa jenis batuan mulia. Seperti kristal, emas dan mutiara yang sesuai dengan tema Marrocan Beauty.
" Busana muslim memiliki masa depan yang sangat cerah dan saya dari dulu punya cita-cita yang bisa meng-Indonesia. Sebelumnya saya dikenal sebagai desainer yang eksklusif dan mahal tapi kalau di Zoya start Rp 350 sampai 550 ribu. Kerudung hanya Rp 150 ribu," ungkap Igun di Gathering Zoya yang digelar di Hotel Intercontinental Bandung.
Tak hanya perhiasan, ide motif busananya juga datang dari budaya masyarakat Maroko yang identik dengan kaligrafi dan arsitektur bangunan-bangunan kerajaan. Sedangkan untuk kainnya sendiri ia lebih banyak memakai bahan taffeta, yang terkenal nyaman dan dingin. Sehingga cocok dikenakan di segala kesempatan.
Sedangkan untuk warna, Igun mengikuti selera pasar Zoya yang identik dengan warna-warna basik dan terang. Tapi tetap bersifat glamor sehingga tidak perlu memakai aksesoris berlebihan saat mengenakannya. Seperti misalnya warna marun, tembaga, hitam dan biru muda.
" Nggak usah pake perhiasan udah nyoss dipakainya," imbuhnya.
Igun selalu memperhatikan detail ukuran dan motif dalam mendesain hijab-hijabnya. Ia percaya bahwa hijab merupakan pengganti rambut jadi ia ingin menciptakan kesan hijab sebagai mutiara bagi para muslimah.
Perpaduan warna yang ia pilih pun dipikirkan hingga sedetail mungkin. Hingga nantinya dapat diaplikasikan dengan beberapa warna baju. Igun pun jeli melihat tren, dimana para muslimah sekarang lebih suka memakai hijab yang lebih lebar dan menutup dada. Sehingga ia pun mengikuti perkembangan ini.
Lebih jauh, Igun mengaku ketagihan untuk berbisnis hijab karena keuntungan yang berkali lipat lebih besar. Bahkan pada tahun 2015 lalu, ia merasa keuntungan terbesar diperoleh dari bisnis barunya ini.
" Saat menjelang hari raya permintaan sangat besar, harus nambah 200 repeat order. Baru sehari posting di Instagram langsung habis, itu edan-edanan ya," ucap Igun bersyukur.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya