Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bahkan meski kamu sangat benci pekerjaan sekarang, atau tak sanggup melihat muka bos karena terlalu kesal, kamu mungkin akan tetap bertahan di profesi saat ini.
Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan banyak orang yang bertahan dengan pekerjaannya meski hampir muntah atau sakit hati dengan profesinya saat ini.
Penelitian dari Rutgers Universty-Camden menemukan fasilitas seperti keanggotaan klub gym, program pelatihan, atau kedekatan dengan teman kerja membuat seseorang tak pernah berhenti dari pekerjaannya.
Orang yang tinggal di rumah lebih terikat dibandingkan penyewa. Ini juga berlaku di dunia kerja.
Profesor Oscar Holmes IV mengatakan, " Ada faktor di luar pekerjaan dan perilaku pekerjaan dari pegawai yang membuat mereka terikat dalam jangka panjang."
Faktor inilah yang menjadi faktor pengikat yang sangat kuat untuk mengukur level komitmen dari seseorang terhadap organisasi serta berapa lama mereka akan bertahan.
Holmes mengatakan hal inipula bisa diterapkan pada seorang pekerja yang membenci profesi mereka.
" Banyak pekerja tak mau kehilangan hubungan dengan yang lain," katanya.
Perusahaan juga mengharapkan pegawai seolah membeli rumah untuk tinggal lebih lama dibandingkan penyewa di perusahaannya.
Artinya, perusahaan menganggap pegawai yang bertahan lebih penting daripada membuat mereka bahagia.
" Meski ada korelasi antara kebahagian pegawai dan kinerja, sangat mungkin pegawai yang tak bahagia masih bisa bekerja dengan sangat baik. Jadi jangan berpikir pegawai yang tak bahagia akan bekerja lebih buruk dibandingkan pekerja yang bahagia," ujar Holmes.
(Sumber: Metro.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya