Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Mendekam Lemah di Awal Pekan

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 9 Februari 2016 16:23
Indeks Syariah Mendekam Lemah di Awal Pekan
Saham di sektor pertambangan, keuangan, dan infrastruktur dihindari investor.

Dream - Bursa saham Indonesia tak mampu keluar dari tekanan jual. Munculnya aksi beli investor di jelang sesi penutupan juga gagal membuat indeks saham syriah bergerak menguat.

Alhasil, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) mendekam di zona negatif sepanjang hari.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 9 Februari 2016, indeks ISSI turun 1,047 poin (0,70%) ke level 149,287. Indeks saham bluechips syaria, JII, juga turun 6,422 poin (1,00%) ke level 636,130.

Dengan transaksi mencapai Rp 2,72 triliun, sebanyak 22,76 miliar saham syariah beprindahtangan di awal pekan ini.

Aksi beli hanya bisa mengangkat 60 emiten syariah ke zona positif. Sisanya, 97 emiten ISSI tertekan melemah dan 55 lainnya bertahan stagnan.

Indeks JII juga didominasi koreksi harga saham. Tercatat 23 emiten unggulan syariah mengalami tekanan jual dan 6 lainnya masih bisa bergerak menguat.

Investor tampaknya menghindari saham-saham yang bergerak di sektor infrastruktur yang turun 1,58 persen. Begitu pula emiten sektor pertambangan yang melemah 1,47 persen, dan keuangan 1,45 persen.

Hanya tiga sektor saham yang bergerak menguat sore ini. Ketiganya yaitu emiten sektor industri aneka yang nak 1,43 persen, manufaktur 0,56 persen, dan barang konsumsi 0,53 persen.

Top gainer indeks saham bluechips syariah sore ini dihuni emiten UNVR yang menguat Rp 240. Dikuti ASII dan INDF yang naik Rp 125, SILO Rp 50, dan LSIP Rp 40 per saham.

Di jajaran top losser bertengger saham ICBP yang turun Rp 750, AALI Rp 375, INTP Rp 325, UNTR Rp 300, dan AKRA Rp 200 per saham.

Tanpa sokongan regional yang kuat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ditutup melemah. IHSG turun 30,321 poin (0,63%) ke level 4.768,625.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini bergerak menguat. Rupiah naik 21 poin (0,15%) menjadi 13.576 per dolar AS.

Beri Komentar