Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham Indonesia tak mampu keluar dari tekanan jual. Munculnya aksi beli investor di jelang sesi penutupan juga gagal membuat indeks saham syriah bergerak menguat.
Alhasil, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) mendekam di zona negatif sepanjang hari.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 9 Februari 2016, indeks ISSI turun 1,047 poin (0,70%) ke level 149,287. Indeks saham bluechips syaria, JII, juga turun 6,422 poin (1,00%) ke level 636,130.
Dengan transaksi mencapai Rp 2,72 triliun, sebanyak 22,76 miliar saham syariah beprindahtangan di awal pekan ini.
Aksi beli hanya bisa mengangkat 60 emiten syariah ke zona positif. Sisanya, 97 emiten ISSI tertekan melemah dan 55 lainnya bertahan stagnan.
Indeks JII juga didominasi koreksi harga saham. Tercatat 23 emiten unggulan syariah mengalami tekanan jual dan 6 lainnya masih bisa bergerak menguat.
Investor tampaknya menghindari saham-saham yang bergerak di sektor infrastruktur yang turun 1,58 persen. Begitu pula emiten sektor pertambangan yang melemah 1,47 persen, dan keuangan 1,45 persen.
Hanya tiga sektor saham yang bergerak menguat sore ini. Ketiganya yaitu emiten sektor industri aneka yang nak 1,43 persen, manufaktur 0,56 persen, dan barang konsumsi 0,53 persen.
Top gainer indeks saham bluechips syariah sore ini dihuni emiten UNVR yang menguat Rp 240. Dikuti ASII dan INDF yang naik Rp 125, SILO Rp 50, dan LSIP Rp 40 per saham.
Di jajaran top losser bertengger saham ICBP yang turun Rp 750, AALI Rp 375, INTP Rp 325, UNTR Rp 300, dan AKRA Rp 200 per saham.
Tanpa sokongan regional yang kuat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ditutup melemah. IHSG turun 30,321 poin (0,63%) ke level 4.768,625.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini bergerak menguat. Rupiah naik 21 poin (0,15%) menjadi 13.576 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya