Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Meskipun kegagalan merupakan hal yang mengkhawatirkan bagi banyak orang, tapi filosofi 'cepat gagal, cepat bangkit' bisa menjadi penenang.
Di dalamnya terdapat pengalaman yang harus dipelajari, ide yang harus dicoba dan kepercayaan diri yang diperoleh melalui seluruh proses.
Seperti dikutip Dream dari laman Entrepreneur, Selasa, 9 Februari 2016, prinsip utama dari filosofi ini sederhana: mengetahui kapan harus membiarkan sesuatu berjalan apa adanya.
Seperti yang dikatakan CEO Integrate Jeremy Bloom, belajar dari kegagalan merupakan keterampilan penting yang harus dikuasai untuk mencapai potensi diri dan untuk membantu karyawan melakukan hal yang sama.
Berikut adalah tiga komponen kunci dari filosofi cepat gagal, cepat bangkit - untuk karyawan dan diri Anda sendiri - yang akan membantu Anda membangun landasan yang sukses dan budaya yang hidup dalam perusahaan Anda:
1. Tahu kapan waktunya melanjutkan langkah
Tahap ini menggambarkan bagaimana Anda harus membiarkan sesuatu pergi tanpa harus membuang-buang waktu, energi dan sumber daya dengan sia-sia.
Kuncinya adalah merefleksikan diri bahwa Anda dan karyawan bisa terus semangat untuk mempertahankan fokus pada apa yang bisa dilakukan, agar perusahaan atau organisasi bisa berjalan lebih baik. " Kegigihan dapat mengubah kegagalan menjadi prestasi yang luar biasa." - Marv Levy.
2. Menjadikan kegagalan sebagai pendidikan
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi individu adalah untuk mengambil hikmah dari kegagalan dan melihat gambaran yang lebih besar. Sebagai contoh, kita mengadakan pertemuan santai di mana karyawan didorong untuk berbagi masukan tentang segala sesuatu mulai dari produk terbaru hingga masalah tempat kerja.
Saat itu adalah kesempatan untuk mendiskusikan apa yang bekerja dan tidak bekerja, dan pelajaran apa yang kita dapat sebagai individu, sebagai tim dan sebagai perusahaan.
Ketika kita mulai menganggap kegagalan sebagai kesempatan belajar, daripada sesuatu yang negatif, kita menjadi lebih mudah untuk menemukan komponen pendidikan dalam hampir setiap situasi
Tentu saja, belajar sebagai sebuah tim juga berarti tumbuh sebagai sebuah tim. Dan dalam jangka panjang, sebagai perusahaan.
3. Mengubah kegagalan menjadi sebuah strategi
Ketika benar-benar terjadi kegagalan, adalah penting untuk bersikap hati-hati dan melakukan kajian tentang mengapa sesuatu tidak bekerja, serta memperhatikan apa yang bisa dipelajari dari kegagalan itu.
Cara berpikir untuk mendapatkan 'gambaran besar' ini adalah kunci untuk menuai hasil maksimal dari situasi yang tampaknya negatif. Menyadari kesalahan dalam melangkah akan membantu Anda menghindarkan diri dari mengulangi kesalahan yang sama.
Mantra cepat gagal cepat bangkit adalah filosofi yang perlu ditanamkan ke seluruh karyawan ketika mereka bergabung dengan perusahaan. Kegagalan mungkin selalu menjadi topik mengerikan, berkaitan dengan kekecewaan dan kemunduran. Namun Anda harus ingat bahwa pembawaan pribadi Andalah yang akan membentuk sikap Anda dalam menghadapi kegagalan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya