Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Secara mengejutkan, ekonomi Indonesia sepanjang 2015 tumbuh 4,79 persen. Meski melambat di tahun sebelumnya, laporan Badan Pusat Statistik (BPS) ini diatas ekspektasi sejumlah pelaku pasar yang memprediksi pertumbuhan hanya 4,75 persen.
Sontak, laporan BPS ini ditanggapi positif pelaku pasar. Bursa saham Indonesia langsung meroket dengan dana asing yang membanjiri lantai bursa. Kurs rupiah yang biasanya berjalan pelan pun menguat signifikan.
Hasil kinerja ekonomi pemerintah tahun 2015 pun memacu optimisme pemerintah. Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro bahan yakin perekonomian Indonesia tahun ini mampu bangkit dan akan lebih baik dibandingkan tahun lalu.
Menurut Menkeu, perekonomian Indonesia pada tahun 2015 masih dibayangi oleh pelemahan pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan rendahnya harga minyak dunia.
“ Kita sudah merasakan pelemahan ekonomi di Tiongkok. Akibatnya, kinerja ekspor terpengaruh. Berikutnya juga ada masalah pada harga minyak yang di bawah perkiraan,” ujar Bambang seperti dikutip Dream dari laman Kementerian Keuangan, Sabtu, 6 Februari 2016.
Menghadapi tahun ini, Bambang mengatakan pemerintah telah menyiapkan tiga resep yang diyakini bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Sekaligus mempersiapkan Indonesia menghadapi tantangan perekonomian global ke depan.
Ketiga resep itu adalah menjaga daya beli masyarakat, mendorong investasi, terutama investasi swasta serta mendorong kualitas belanja pemerintah.
“ Kombinasi ketiga resep ini yang diharapkan menimbulkan optimisme perekonomian,” tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya