Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Chartered Instute of Islamic Finance (CIIF) tengah meningkatkan jumlah profesional atau ahli keuangan syariah dari 400 menjadi 3.000 orang atau bertambah 650 persen dalam 3 tahun terakhir. Lembaga yang didirikan 7 tahun lalu di Kuala Lumpur ini memang diberi tugas untuk meningkatkan standar pendidikan para profesional keuangan Islam dalam mengisi kekosongan spesialis asuransi dan hukum keuangan Islam di dunia.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis, 10 Desember 2015, Presiden CIIF yang juga mantan CEO CIMB Islamic Bank, Bhd, Badlisyah Abdul Ghani, pihaknya sedang melakukan sosialisasi kepada asosiasi dan regulator dari Timur Tengah hingga Indonesia guna turut berpartisipasi dalam penciptaan tenaga kerja profesional di sektor keuangan syariah.
Alasannya, industri dengan aset sekitar US$ 2 triliun ini telah lama dihantui kekurangan tenaga ahli yang memiliki standard keterampilan. Untuk itu, tahun depan CIIF menawarkan program khusus tahun depan guna mengatasi masalah ini.
Badan Akreditasi Keuangan yang berbasis di Kuala Lumpur ini memperkirakan dibutuhkan lebih dari 56 ribu ahli keuangan syariah yang berkualitas untuk mengisi kebutuhan ahli di bidang ini dalam 5 tahun mendatang.
"Masih kurang profesional yang terkualifikasi dan industri ini masih tahap baru lahir di mana butuh ahli yang fokus terhadap pengembangan dan perencanaannya," ujar CEO of the International Centre for Education in Islamic Finance, Daud Vicary Abdullah.
Pasar industri keuangan syariah diperkirakan akan tumbuh menjadi US$ 3 triliun pada tahun 2018. Penjualan sukuk naik menjadi US$ 45 miliar pada 3 tahun terakhir dari US$ 10 miliar pada dekade lalu. Kontribusi takaful pun akan setara dengan asuransi konvensional dengan nilai US$ 20 miliar pada tahun 2017 dari US$ 14 miliar pada tahun 2014.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari