Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bank Dunia melaporkan Asia Timur mengalami penuaan lebih cepat dibandingkan wilayah lain dalam sejarah. Diperkirakan negara di Asia Timur akan kehilangan 15 persen penduduk usia kerja pada tahun 2040.
Hal ini disampaikan dalam laporan Bank Dunia bertajuk Live Long and Prosper: Aging in East Asia and Pacific. Dalam laporan ini disampaikan 36 persen penduduk dunia berusia 65 tahun ke atas atau sekitar 211 juta hidup di Asia Timur.
Tahun 2040, Korea akan kehilangan 15 persen penduduk usia kerja, sementara China, Thailand, dan Jepang kehilangan 10 persen. Di China sendiri akan kehilangan sebanyak 90 juta pekerja.
Laju dan luasnya penuaan di Asia Timur menimbulkan tantangan kebijakan, tekanan ekonomi dan fiskal, serta risiko sosial. Tanpa reformasi yang dilakukan pemerintah, maka belanja pensiun di wilayah ini diperkirakan meningkat 8-10 persen dari produk domestik bruto pada tahun 2070.
Sedangkan, sebagian besar sistem kesehatan di Asia Timur tidak siap untuk pengeluaran yang berkaitan dengan usia, seperti kanker, penyakit jantung, diabetes, dan penyakit kronis lainnya yang mencapai 85 persen dari semua beban penyakit di tahun 2030. Selain itu, populasi yang lebih tua saat ini kurang mendapatkan dukungan keluarga dibanding generasi sebelumnya.
" Asia Pasifik Timur telah mengalami transisi demografi yang paling dramatis yang pernah kita lihat, dan di semua negara berkembang ada risiko menjadi wilayah yang tua sebelum menjadi negara kaya," ujar Axel van Trotsenburg, Regional Vice President of the World Bank's East Asia and Pacific Region dalam keterangan pers, Rabu, 9 Desember 2015.
" Masalah ini butuh pendekatan yang komprehensif untuk meningkatkan partisipasi angkatan kerja dan mendorong gaya hidup sehat melalui reformasi struktural dalam pengasuhan anak, pendidikan, kesehatan, pensiun, dan perawatan jangka panjang," tambahnya.
Laporan ini mengkaji bagaimana penuaan dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Selain itu memberikan solusi mengatasi tantangan di pasar tenaga kerja, sistem jaminan sosial, dan pelayanan kesehatan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya