Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sinyal negatif dari bursa Tiongkok serta berbaliknya asing melakukan aksi jual menjatuhkan laju bursa saham Indonesia. Seluruh indeks sektoral bahkan berguguran di zona merah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 8 Desember 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) anjlok 2,435 poin (1,71%) ke level 139,659.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga terjun bebas 13,510 poin (2,27%) ke level 582,212.
Transaksi jual beli saham syariah mencapai Rp 3,43 triliun, sebanyak 225 emiten syariah menyambut libur Pilkada di zona merah. Penguatan yang dialami 42 emiten ISSI tak sanggup menahan gelombang pelemahan.
Terlebih lagi, hampir seluruh penghuni saham bluechips syariah, atau 25 emiten ditutup melemah. JII hanya menyisakan 5 emiten di zona hijau.
Pelaku pasar tampaknya cukup cemas dengan koreksi dalam yang melanda indeks Hang Seng dan Shanghai Composite. Alhasil, saham industri aneka terjun hingga 4,24 persen. Sementara emiten pertambangan turun 1,85 persen dan manufaktur 1,62 persen.
Gelombang aksi jual investor ini membuat laju indeks ISSI dan JII mendekam seharian di zona merah. Puncaknya terjadi jelang sesi penutupan ketika kedua indeks ini turun ke level terendahnya.
Emiten bluechips syariah yang dilanda tekanan jual hebat diantaranya LPPF yang turun Rp 825 per saham. Top losser lainnya adalah UNVR Rp 650, UNTR Rp 600, AALI Rp 575, dan INTP Rp 350 per saham.
Sementara lima emiten yang berhasil masuk zona hijau adalah AKRA usai menguat Rp 400, SILO Rp 150, SSMS Rp 80, MIKA Rp 30, dan PTPP Rp 20 per saham.
Jelang cuti bersama Pilkada, bursa saham Indonesia memang menghadapi tekanan hebat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan terpangkas 57,210 poin (1,27%) ke level 4.464,182.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya