Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia tahun lalu mencapai RP 11.540,8 triliun. Sementara PDB perkapita mencapai Rp 45,2 juta atau US$ 3.371,1.
Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu mengalami perlambatan, PDB perkapita justru menunjukan kenaikan dalam tiga tahun terakhir.
Mengutip data BPS, Jumat, 5 Februari 2016, PDB perkapita masyarakat Indonesia atas dasar harga berlaku pada 2013 mencapai Rp 38,37 juta. Setahun kemudian naik mencapai Rp 41,90 juta per orang.
Data terakhir menyebutkan PDB perkapita masyarakat Indonesia mencapai Rp 45,18 juta per tahun.
Namun jika menggunakan perhitungan mata uang dolar AS. Nilai PDB perkapita mengalami penurunan. Dari US$ 3.666,75 pada 2013 menjadi US$ 3.377,14. Penurunan tersebut memang lebih dikarenakan kurs rupiah yang melemah terhadap dolar AS.
Seperti diketahui, ekonomi Indonesia sepanjang 2015 tumbuh 4,79 persen, atau melambat dibandingkan tahun lalu. Namun geliat ekonomi dalam tiga bulan terakhir 2015 merupakan yang tertinggi.
" Ekonomi Indonesia tahun 2015 tumbuh 4,79 persen, melambat bila dibandingkan tahun 2014 sebesar 5,02 persen," kutip keterangan tertulis Badan Pusat Statistik (BPS), Jumat, 5 Februari 2015.
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi tahun lalu berhasil dicapai lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 10,06 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi berasal dari konsumsi pemerintah yang mencapai 5,38 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya