Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah ditutup menguat meski tanpa sentimen yang jelas di pasar. Aksi beli asing dengan nett buy Rp 361 miliar yang meningkat signifikan mendorong indeks acuan melanjutkan penguatan.
Aksi buru saham melanda saham-saham di sektor barang konsumsi yang naik 2,33 persen dan manufaktur 2,02 persen.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 4 Februari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melesat 2,272 (1,57%) ke level 146,792.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga melompat 11,751 poin (1,93%) ke level 621,982.
Sepanjang sesi perdagangan kedua indeks saham syariah ini melaju positif. ISSI terus bergerak menguat sejak awal perdagangan dan sempat menyentuh level tertinggi 147,178.
Pelaku pasar yang memanfaatkan sentimen penguatan bursa regional untuk menggelar aksi beli mendorong saham-saham syariah ditutup menguat. Tercatat 112 emiten ISSI ditutup menghijau dan 49 lainnya masih tertekan aksi jual.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,61 triliun dengan 29,39 miliar saham berpindahtangan.
Di jajaran emiten bluechips syariah, sebanyak 20 emiten juga ditutup menguat. Dipimpin saham UNVR yang melonjak Rp 1.325 per saham. Disusul AALI yang naik Rp 375, AKRA Rp 325, INDF Rp 225, dan ICBP Rp 200 per saham.
Sementara daftar top losser indeks JII dihuni emiten MPPA yang turun Rp 40, SILO Rp 25, LGAS Rp 20, LPKR dan MIKA masing-masing Rp 5 per saham.
Tak hanya bursa saham yang membawa kabar positif. Nilai kurs rupiah terhadap dolar AS juga ikut bergerak menguat. Sore ini rupiah naik 25 poin (0,18%) menjadi Rp 13.729 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya