Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Dream - Sepanjang 2015, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyalurkan gas bumi sebesar 1.586 juta kaki kubik per hari (MMScfd), jumlah ini membuat Indonesia menghemat Rp 88,03 triliun.
Hal tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR dengan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) IGN Wiratmaja Puja, dengan Direksi PT Pertamina (Persero) dan PT PGN.
" Hingga akhir Januari 2016 PGN sudah membangun infrastruktur pipa sepanjang 6.971 kilometer (km). Ini merepresentasikan sekitar 76% dari jaringan pipa gas hilir di Indonesia," kata Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, dalam paparannya.
Dalam keterangan persnya, Kamis, 4 Februari 2016, Hendi mengatakan, dengan infrastruktur pipa tersebut, sepanjang 2015 PGN mengelola dan menyalurkan gas bumi sebanyak 1.586 MMScfd. Ini setara dengan penggunaan 286.000 barel minyak per hari. Pengelolaan ini setara dengan 22% dari seluruh pemanfaatan gas bumi di Indonesia.
Ketua Komisi VII DPR, Gus Irawan Pasaribu 'kaget' mengetahui besarnya potensi penghematan nasional bagi negara dari penggunaan gas bumi. Apalagi produksi gas bumi Indonesia masih sangat besar, dan sebagian masih dijual ke luar negeri.
" Loh ini besar sekali angka penghematannya, kenapa ini kita tidak dorong. Bayangkan saja, tahun 2015 Indonesia bisa hemat Rp 88 triliun walaupun harga minyak sedang turun. Kalau harga minyak tinggi, saya yakin penghematannya bisa jauh lebih besar," kata Gus Irawan.
Apalagi kata Gus Irawan, PGN sudah menyalurkan gas bumi yang harganya jauh lebih murah dibandingkan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bagi rumah tangga di Indonesia. Selain itu, penggunaan gas bumi diberikan tanpa subsidi, artinya tidak membebani negara.
" Dari paparan PGN, mereka menyalurkan gas bumi untuk rumah tangga sebanyak 107.690 rumah, jumlah ini cukup besar walaupun tadi dibilang penyaluran gas ini tidak ekonomis bagi PGN. Ini harusnya kita apresiasi, ada BUMN seperti PGN yang bangun jaringan gas tanpa uang negara (APBN) walau tidak ekonomis, mau menyalurkan gas untuk rumah tangga sebanyak itu," jelasnya.
" Ini harus kita dorong, apalagi gas kita banyak, sebelumnya banyak kita ekspor, walau dari tahun lalu ekspor makin berkurang dan produksi gas kita banyak digunakan ke domestik," tutup Gus Irawan.
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga


Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula