Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Dibantu laju indes regional yang bergerak menguat, indeks acuan saham syariah Indonesia kembali ke zona hijau. Aksi beli asing di awal sesi juga memberikan tambahan energi.
Emiten di sektor infrastruktur dan pertambangan kali ini menjadi motor pendorong Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada prapembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,390 poin (0,27%) ke level 144,910.
Pembukaan positif juga dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 2,362 poin (0,39%) ke level 612,593.
Laju positif ISSI dan JII terus bertahan di sesi pembukaan. Kali ini ISSI naik 0,423 poin (0,29%) ke level 144,943. Sementara JII menanjak 2,422 poin (0,40%) ke level 612,653.
Transaksi perdagangan saham syariah di awal sesi ini mencapai Rp 16,5 miliar. Sebanyak 93,64 juta saham sudah diperdagangkan pelaku pasar.
Di jajaran emiten keping biru syariah, tercatat 26 emiten membuka perdagangan di zona hijau. Hanya 1 emiten JII yang tertekan aksi jual dan 3 lainnya bertahan stagnan.
Saham-saham di sektor infrastruktur mencetak kenaikan tertinggi sebesar 0,74 persen. Diikuti pertambangan 0,62 persen, dan keuangan 0,42 persen.
Sementara saham barang knsumsi tampaknya dihindari pelaku pasar dengan melemah 0,13 persen. Disusul manufaktur 0,08 persen dan industri dasar 0,01 persen.
Dengan kondisi regional yang didominasi penguatan, kecuali Nikkei yang turun 0,33 persen, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikannya pagi ini. IHSG naik 10,936 poin (0,24%) ke level 4.607,044 di sesi prapembukaan.
Lantai bursa saham sudah diguyur dana investor hingga Rp 30,32 miliar dengan 107,78 juta saham berpindahtangan.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah kembali bergera menguat. Naik 84 poin (0,61%), rupiah pagi ini sudah bertengger di level 13.670 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya