Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Seorang pemulung berpakaian compang-camping itu melintas di muka lelaki renta. Pria berusia nyaris seabad itu berpakaian tak jauh berbeda dengan si pemulung, tapi sedikit lebih bersih, merogoh kantong kresek.
Dia mengeluarkan satu bungkusan. Isinya nasi kuning komplit dengan lauk-pauk lezat. Dikasih gratis!
Ternyata, dari atas sepeda onthel itu, si kakek tak hanya membawa 1 bungkus makanan beserta lauknya. Ada 149 bungkus nasi lainnya. Yang siap dibagikan kepada pemulung, tukang becak, atau dhuafa manapun yang membutuhkan.
Kakek uzur ini bukan pengusaha, jutawan, apalagi pejabat. Hidupnya pas-pasan. Punya 3 anak dan 10 cucu. Pekerjaannya cuma tukang pijat disambi mengajar ngaji sore hari.
Penghasilannya tak menentu. Paling banyak cuma Rp 800.000/bulan. Namun itu tak menghalangi dia selalu berbagi dengan sesama. Setiap bulan, Mbah Asrori selalu menyisihkan minimal Rp 400 untuk sedekah setiap Jumat.
" Iya buat celengin di akhirat," polos Mbah Asrori.
Mbah Asrori tidak pernah khawatir kekurangan uang karena selalu saja ada rejeki tak disangka yang didapatnya. Bahkan 5 tahun lalu, Mbah Asrori bisa berangkat haji dengan uang hasil tabungannya.
Kakek biasa, seperti kakek-kakek kebanyakan lainnya. Tapi yang membuat dia berbeda adalah perilakunya seperti 'raja sedekah`.
Seperti itu aktivitas Mbah Asrori saban Jumat pagi. Pria yang memiliki nama lengkap Ahmad Asrori, asal Semarang, Jawa Tengah, itu membagikan nasi bungkus mereka yang membutuhkan. Minimal 70 bungkus.
Setiap Jumat pagi, Asori yang kini berusia 93 tahun itu berangkat dari rumahnya di Jalan Pati Unus II No 14 Kecamatan Gayamsari, untuk membeli sekitar 150 bungkus nasi lengkap dengan lauk pauknya.
Kemudian dengan mengayuh sepeda butut kesayangannya, Mbah Asrori berkeliling kampung sembari membagi-bagikan nasi bungkus kepada warga yang membutuhkan.
Banyak orang takjub. Untuk bersedekah, kakek yang masih bersemangat di usia senja ini menyisihkan sebagian dari penghasilannya.
Bermula dari...
© Dream
Jiwa sosial ini mulai ditanamkan Mbah Asrori setelah menikah di usia 30 tahun. Namun, aksi bagi-bagi nasi bungkus ini berawal dari rasa ibanya, saat melihat kondisi seorang janda beranak satu yang menjual nasi bungkus.
Sejak saat itu, setiap Jumat Mbah Asrori selalu memborong nasi bungkus milik sang janda dan kemudian dibagi-bagikanya.
" Sejak nikah, kepingin deket dengan Gusti Allah. Makanya saya suka amal," kata lelaki yang selalu membawa radio kecil saat mengayuh sepeda.
Sedekah yang dilakukan Mbah Asrori semata-mata bukan hanya karena ingin menolong mereka yang membutuhkan makan saja. Dia iba melihat tetangganya yang seorang janda berjualan nasi bungkus.
Dengan membeli dagangannya, Mbah Asrori dapat menolong penjual janda tersebut dan juga orang-orang yang membutuhkan makan.
Seperti yang pernah Rasulullah sabdakan; " Sedekah yang paling baik adalah yang diberikan kepada kerabat yang menyembunyikan permusuhan di dalam hatinya" .
Sifat dermawan Mbah Asrori ini benar-benar patut dicontoh oleh semua orang. Mungkin penghasilannya tidak seberapa, tapi amalnya luar biasa!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya