Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham Indonesia dilanda aksi beli usai BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik di kuartal IV-2015. Sejumlah indeks acuan saham pun melesat signifikan.
Aksi borong saham bahkan terjadi di sektor keuangan yang mencetak kenaikan hingga 4,48 persen. Begitu pula indeks sektor industri aneka yang melesat 4,37 persen.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 5 Februari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melesat 3,542 poin (2,41%) ke level 150,334.
Lompatan tinggi berhasil dicetak indes saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang melesat 20,570 poin (3,31%) ke level 642,552.
Meski pertumbuhan ekonomi sepanjang 2015 sebenarnya lebih rendah, investor tampaknya melihat tren membaiknya ekonomi di akhir 2015. Alhasil, euforia aksi beli saham pun melanda investor pasar modal Indonesia.
Transaksi jual beli saham syariah jelang akhir pekan ini pun begitu marak. Tercatat dana sekitar Rp 5,09 triliun mengalir ke lantai bursa.
Dengan dana tersebut, aksi beli investor sukses mendorong 108 emiten syariah menatap akhir pekan lebih ceria. Namun, 68 lainnya terpaksa turun ke zona merah.
Di jajaran emiten keping biru, hampir sebagian besar penghuni JII ditutup menguat. Tercatat 24 emiten bluechips syariah ditutup menguat dan 5 lainnya bergerak turun.
Selain emiten sektor keuangan dan industri aneka, indeks sektoral yang menguat signifikan lainnya adalah perdagangan yang naik 3,20 persen, infrastruktur 3 persen, dan manufaktur 2,33 persen.
Saham unggulan syariah yang menikmati aksi beli kali ini adalah LPPF yang naik Rp 1.475. Disusul ICBP Rp 1.150, UNTR Rp 700, UNVR Rp 650, dan INTP Rp 350 per saham.
Sementara lima emiten unggulan syariah yang bergerak turun adalah PTPP dengan koreksi Rp 85, SILO Rp 50, SSMS Rp 20, ITMG dan WSKT masing-masing Rp 5 per saham.
Kondisi regional yang bergerak variatif tak menyurutkan langah investor melakukan aksi beli. Dengan sentimen positif dari dalam negeri, bursa saham Indonesia menutup akhir pekan dengan gemilang.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan meroket 133,129 poin (2,85%) ke level 4.798,946.
Lantai bursa saham pun diguyur dana investor hingga Rp 9,07 triliun. Pemodal asing bahkan membanjiri BEI dengan mencetak nett buy hingga Rp 2,3 triliun.
Euforia pun terjadi di pasar keuangan. Kurs rupiah sore ini menguat signifikan hingga 194 poin (1,41%) ke level 13.607 per dolar AS. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terkuatnya di 13.580 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya