Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Maulana Kautsar/Dream)
Dream - Mantan model dan ustaz asal Sevilla, Spanyol, Muhammad Ibrahim Hernandez mendatangi Indonesia.
Di kesempatan pertama mendatangi Indonesia, dia menjadi dosen tamu di jurusan Ilmu Ekonomi Islam dan Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
Di dalam mata kuliah bertema " History of Islamic Civilization and Islam in Andalusia" , dia membagi kisah mengenai Islam di Spanyol.
Ibrahim yang saat ini menjabat sebagai Vice President Seville Mosque Foundation banyak menceritakan perkembangan Islam di Spanyol. Menurut dia, perkembangan Islam di Spanyol masih terbilang muda.
" Di tahun 1970-an Islam belum begitu berkembang. Pasca meninggalnya Jenderal Franco Spanyol menjadi negara dengan penganut Kristen yang taat. Kemudian, setelah runtuhnya dominasi Gereja maka Spanyol menjadi negara sekuler," kata Ibrahim dihadapan 150 pengunjung yang sebagian besar mahasiswi, Rabu 10 Februari 2016.
Posisi Spanyol yang menjadi negara sekuler kemudian, menurut dia, dimanfaatkan oleh imigran yang datang untuk beribadah sesuai keyakinan yang dianutnya. Salah satu yang tak ingin tertinggal adalah pemeluk Islam.
" Kami merupakan generasi kedua Islam. Kami tumbuh bersama para imigran asal Aljazair, Somalia, dan Maroko. Untuk itu penting adanya pusat studi untuk kembali mengembangkan kejayaan Islam di sana," ujar dia.
Pendapat Ibrahim diamini oleh ahli sejarah Islam, Muhsin Sierra. Baginya sejarah peradaban Islam di Spanyol harus tumbuh dan berkembang kembali.
" Islam pernah berjaya di Andalusia dengan penemuan-penemuan penting dalam sains, politik, dan ekonomi. Kami ingin mengenalkan kembali peradaban itu," kata dia.
Menurut Ketua Pusat Ekonomi Islam dan Bisnis Syariah, Banu Muhammad, mengatakan jika kedatangan Ibrahim dan ketiga kawannya telag sering di lakukan. Dalam beberapa kesempatan, antusiasme pengunjung yang hadir juga banyak.
" Dalam beberapa saat yang lalu, saat menggelar kelas dengan dosen tamu dari Turki, banyak juga yang hadir," ujar Banu.
Apa yang diungkapkan Banu terlihat di ruangan kuliah itu. Peserta mata kuliah pun tampak antusias dengan tema diskusi itu. Tetapi, tidak sedikit pula yang sengaja hadir untuk melihat pria yang pernah sembilan tahun menjadi model di Afrika Selatan itu. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya