Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah mencoba bergerak menguat setelah munculnya aksi beli investor. Namun Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) membuka sesi perdagangan dari zona negatif.
Mulai kembali bergulirnya perdagangan di bursa Asia menambah sentimen baru yang diterima pelaku pasar. Indeks utama Asia pagi ini bergerak variatif.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 10 Februari 2016, indeks ISSI turun 0,604 poin ke level 148,683.
Indeks saham bluechips syariah, JII, juga terpeleset 3,598 poin ke level 632,532.
Namun pembukaan negatif dua indeks acuan saham syariah Indonesia ini tak berlangsung lama. Kembalinya aksi beli investor lokal sukses mengangkat ISSI dan JII ke zona hijau.
Hingga perdagangan pukul 09.20 WIB, indeks ISSI telah beranjak naik 0,510 poin (0,34%) ke level 149,797. Sedangkan indeks JII menguat 2,909 poin (0,46%) ke level 639,039.
Transaksi perdagangan saham syariah di awal sesi ini baru menembus anga Rp 404,5 miliar dengan 3,97 miliar saham yang berpindahtangan.
Aksi beli investor berhasil membawa 80 emiten ISSI ke zona positif. Sebaliknya, 23 emiten syariah lainnya masih terserang aksi jual dan 36 lainnya bertahan stagnan.
Sebagian besar indeks sektoral telah bergerak menguat dipimpin emiten industri aneka yang naik 1,32 persen. Sementara indeks industri dasar dan perdagangan masih turun tipis 0,24 persen dan 0,02 persen.
Investor asing pagi ini belum menunjukan geliatnya. Asing justru berbalik melakukan aksi jual.
Di pasar keuangan, kurs rupiah semakin perkasa. Pagi ini rupiah menguat 58 poin (0,43%) menjadi 13.529 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya