Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Keperkasaan Rupiah Tak Menular ke Bursa Syariah

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 10 Februari 2016 16:20
Keperkasaan Rupiah Tak Menular ke Bursa Syariah
Kurs dolar terhadap rupiah sore ini menembus level Rp 13.400 per dolar AS. Namun bursa syariah gagal ditutup menguat

Dream - Meski sempat memberi harapan saat menembus zona positif, bursa saham syariah Indonesia harus menutup perdagangan di zona merah. Kembalinya aksi beli asing menekan laju pasar modal Indonesia.

Kondisi regional yang didominasi pelemahan juga mendorong investor lokal memilih melepas portofolionya.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 10 Februari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,410 poin (0,27%) ke level 148,877.

Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga tertekan dengan bergerak melemah 1,965 poin (0,31%) ke level 634,165.

Kedua indeks acuan saham syariah ini sempat memberi harapan saat kembali bergerak menguat. ISSI sempat menyentuh level tertingginya di 149,906 sedangkan JII menembus level 639,720.

Namun tak adanya sentimen positif yang cukup kuat memaksa pemodal menggelar aksi jual jelang sesi penutupan.

Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencpai Rp 2,79 triliun dengan 27,88 miliar saham berpindahtangan. Dari aksi beli investor, sebanya 72 emiten ISSI ditutup menguat. Sisanya, 90 emiten syariah bergerak turun dan 53 lainnya bertahan stagnan.

Di jajaran saham bluechips syariah, kurang dari separuh penghuni JII yang senggup menembus zona hijau. Tercatat 11 emiten keping biru syariah ditutup menguat dan 14 lainnya terkena aksi jual saham.

Saham di sektor properti, industri aneka, dan infrastruktur berhasil menahan indeks syariah jatuh lebih dalam. Tekanan jual kali ini melanda emiten di sektor barang konsumsi yang turun 1,64 persen, manufaktur 1,14 persen, dan keuangan 0,94 persen.

Emiten bluechips syariah yang mengalami penurunan harga terbesar dialami LPPF yang turun Rp 600. Diikuti ICBP Rp 500, UNTR Rp 500, AKRA Rp 275, dan INTP Rp 200 per saham.

Sementara emiten WSKT berhasil mengangkat harga sahamnya sebesar Rp 85. Disusul INDF Rp 75, MPPA Rp 65, SMGR Rp 50, dan SMRA Rp 30 per saham.

Tekanan jual juga tak bisa dihindari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). turun 36,142 poin (0,76%), indeks acuan pasar modal Indonesia ini turun ke level 4.7732,483.

Lantai bursa relatif marak dengan transaksi pelaku pasar dengan nilai Rp 4,36 triliun. Namun investor asing hari ini kembali menggelar aksi jual dengan nett sell Rp 134,27 miliar.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah terus bergerak menguat. Sore ini rupiah meroket hingga 211 poin (1,55%) menjadi Rp 13.400 per dolar AS.

Beri Komentar