BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Dream - Rumah adalah investasi. Begitu sebagian orag beralasan saat memaksakan diri memiliki tempat tinggal sendiri. Bahkan meski harus memeras keringat lebih banyak untuk melunasi cicilan.
Namun benarkah anggapan tersebut? Membeli rumah memang perkara mudah-mudah susah. Apalagi jika banyak mitos berseliweran saat kita akan membeli sebuah rumah.
Jika memang mitos itu benar, kita cukup beruntung. Namun jika sekadar ucapan dari mulut ke mulut, entah penyesalan apa yang bisa kita alami.
Mengutip laman cheatsheet.com, Selasa, 15 Maret 2016, berikut adalah 5 mitos seputar memiliki rumah:
1. Lebih baik punya rumah daripada terus mengontrak
Beberapa orang merasa punya rumah sendiri sebuah kewajiban. Namun bagi mereka yang bekerja di profesi yang sering berpindah lokasi, pilihan ini tentu saja menjadi sulit. Menyewa rumah terkadang menjadi pilihan terbaik untuk sebagian orang.
Ingatlah, jangan pernah membeli rumah karena alasan memang seharusnya demikian. Apalagi jika karena alasan lelah mengontrak rumah. Pikiran kamu akan lebih stres jika memaksa membeli rumah padahal secara mental dan keuangan belum siap
2. Rumah adalah Investasi Terbaik
Secara historis, harga rumah memang selalu naik lebih tinggi dari inflasi. Itupun jika kamu cukup beruntung membeli rumah saat harganya masih murah.
Sebetulnya investasi terbaik adalah pasar saham yang memberikan untung lebih besar. Tentunya risikonya jauh lebih besar. Selain saham, ada juga produk investasi seperti surat utang, pasar uang, dan lainnya.
3. Bunga Flat Tahun Tak Bisa Dikalahkan
Suku bunga tetap memang lebih menyenangkan. Namun kondisi ini, khususnya di bank konvensional, biasanya kebijakan bunga flat itu tak berlangsung lama.
4. Semua Bunga KPR Bisa Terhapuskan
Mengurangi cicilan bunga KPR memang bisa dilakukan. Namun kamu harus menghitung kemungkinan adanya pengeluaran lain seperti pajak yang bisa mengurangi pendapatan kamu.
5. Yang Diperlukan Cuma Uang Muka
Banyak orang berusaha mati-matian mencari uang mua untuk bisa membeli rumah. Namun mereka lupa, rumah itu perlu diisi furnitur, bayar tagihan listrik, air, dan pengeluaran rutin lainnya.
Sangat bijak, kamu menyiapkan anggaran uang muka, cicilan, sekaligus uang untuk biaya hidup Anda.
6. Usahakan Membayar Cicilan Pokok Lebih Besar
Dalam beberapa model pembayaran, membayar cicilan pokok lebih besar akan membuat perbedaan signifikan pada KPR kamu, terutama di awal tahun. Namun usahakan untuk menghitung keuntungan yang diperoleh dengan potensi uang tersebut bisa kamu maksimalkan lebih besar.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
