Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah Indonesia kembali bergairah di penutupan awal pekan. Kembalinya aksi beli investor pada saham brang konsumsi dan infrastruktur menjadi motor penggerek bursa.
Kondisi regional yang bergerak menguat serta munculnya nett buy tipis asing meredam kecemasan investor akan naiknya harga minyak.
Pelaku pasar juga mulai berspekulasi akan adanya penurunan tingkat suku bunga acuan BI Rate yang diumumkan pekan ini.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 14 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 2,636 poin (1,71%) ke level 156,797.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga menguat 12,466 poin (1,91%) ke level 665,473.
Kembalinya aksi beli investor membawa kedua indeks acuan saham syariah ini nyaman melaju di zona hijau. Meski ISSI baru melompat ke level tertingginya di sesi penutupan perdagangan.
Transaksi jual beli saham syariah kali ini mencapai Rp 3,71 triliun dengan 38,79 miliar saham yang berpindahtangan.
Aksi beli sukses mendorong 137 emiten ISSI ke zona hijau sementara 54 lainnya masih tertekan aksi jual.
Investor tampaknya memburu saham-saham sektor infrastruktur dan barang konsumsi yang kemarin sempat tertekan. Kedua sektor ini menguat 2,28 persen dan 2,00 persen. Kenaikan signifikan juga dicetak emiten industri aneka dan manufaktur yang naik 1,93 persen dan 1,91 persen.
Saham UNVR kembali menjadi primadona saat menguat Rp 1.150 per saham. Top gainer saham bluechips syariah lainnya adalah LPPF yang naik Rp 375, ICBP Rp 275, JSMR Rp 250, dan INTP Rp 200 per saham.
Sebaliknya, saham AKRA memimpin koreksi dengan melemah Rp 150. Diikuti SILO Rp 50, MPPA Rp 35, PTPP Rp 35, dan LSIP Rp 15 per saham.
Dengan kondisi regional yang relatif aman meski masih mencemaskan pelaku pasar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menutup perdagangan awal pekan di zona hijau. IHSG naik 63,752 poin (1,32%) ke level 4.877,531.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah sempat bergerak melemah ke level 13.120 per dolar AS. Namun sore ini, rupiah kembali bergerak menguat 22 poin (0,17%) ke level 13.052 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya