Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Berapa Uang Yang Didapatkan Selebgram Untuk Setiap Unggahan? (Foto: Shutterstock/ilustrasi)
Dream – Dalam sehari, mungkin sebagian orang lebih sibuk melihat status, foto dan video di media sosial. Foto atau video dari liburan, acara besar, hingga cara memasak menjadi santapan setiap hari warganet.
Dikutip dari Mirror, Jumat 5 April 2019, para blogger dan influencer seolah tidak kehabisan ide untuk menghibur warganet dengan berbagi aktivitas mereka.
Yang menjadi pertanyaan, apakah para blogger dan influencer tidak rugi mengeluarkan uang hanya untuk menghibur warganet?
Jawabannya, tentu saja tidak. Dengan membagikan aktivitas mereka itulah, blogger dan influencer mendapatkan uang. Istilah kerennya saat ini adalah mendapat endorse.
Lantas, berapa penghasilan blogger dan influencer itu sebenarnya? Apa mereka bisa mendapat penghasilan yang cukup dengan menjadi blogger dan influencer?
Pertanyaan tersebut memang membuat banyak orang penasaran dan telah terjawab oleh Survei Blogging Inggris 2019.
Survei tersebut mencatat rata-rata influencer memperoleh bayaran antara 100 dan 1,000 poundsterling atau Rp1,8 juta sampai Rp18,5 juta untuk setiap unggahan yang disponsori.
Nilai bayaran endorse itu bergantung pada dua hal yaitu jumlah pengikut dan merek yang diiklankan.
Survei menemukan bahwa tarif konten paling mahal yang dikenakan seseorang pada sponsor adalah 250 poundsterling atau Rp4,6 juta.
Dan konten paling populer yang mengenakan tarif mahal itu hampir setengahnya adalah konten parenting.
Survei untuk penelitian ini dilakukan oleh Universitas Gereja Canterbury Christ bersama Vuelio dengan tujuan untuk menunjukkan bagaimana influencer Inggris bekerja, topik apa yang paling ramai dan bagaimana peran mereka berubah.
Sementara itu, menurut survei tahun 2018, jumlah blogger profesional meningkat tajam. Mereka menjadi blogger dan influencer sebagai mata pencaharian utama.
Sebagian besar blogger profesional adalah perempuan. Topik yang mereka angkat adalah gaya hidup dan parenting. Mereka juga membahas masalah fashion dan kecantikan, makanan dan minuman, serta travel.
Banyak juga yang penasaran soal waktu yang harus diluangkan untuk menjadi influencer atau blogger profesional.
Menurut survei terhadap 30 peserta, mereka menghabiskan 30 jam atau lebih dalam seminggu untuk membuat konten.
Mereka yang menghabiskan lebih banyak waktu bekerja memiliki lebih banyak pengunjung unik ke halaman mereka setiap bulan. Meskipun demikian, hampir setengah dari peserta survei ini yang mengaku hanya mengunggah konten sekali dalam seminggu.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya