Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pesawat F-16
Dream - Peristiwa terbakarnya pesawat F-16 di Bandara Halim Perdanakusuma memperlihatkan kepada dunia lemahnya pertahanan dan keamanan Indonesia.
Pasalnya, pesawat tempur yang merupakan kekuatan pertahanan udara Indonesia ini sudah terbakar sebelum ikut menjaga pertahanan tanah air. Sebenarnya, apakah begitu lemahnya pertahanan RI karena kurangnya anggaran Kementerian Pertahanan dan Keamanan untuk alat utama sistem senjata (alutsista).
Berdasarkan situs Kemhan, Kamis, 16 April 2015, untuk pengadaan pesawat F-16 ini, pemerintah hanya menyediakan anggaran sebesar US$ 430 juta atau Rp 4,73 triliun pada tahun anggaran 2012 lalu.
Padahal, Kasau Marsekal Imam Sufaat menyatakan harga satu skuadron atau 12 pesawat baru F-16 blok 52 dari pabriknya, Lockheed Martin, mencapai sekitar US$ 1,6 miliar atau Rp 17,6 triliun.
Harga enam pesawat baru F-16 blok 52 adalah US$ 720 juta. Jadi, untuk satu buah pesawat F-16 blok 52 dibutuhkan anggaran sekitar US$ 120 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun.
Untuk itu, pihak Kemhan mengharapkan hibah pesawat dari Amerika Serikat. Menhan menegaskan Indonesia memilih mendatangkan pesawat bekas F-16 dari AS melalui proses hibah daripada membeli pesawat baru karena jika membeli pesawat baru, maka Indonesia hanya akan mendapat enam unit pesawat.
" Sementara dengan menerima pesawat hibah, Indonesia bisa mendatangkan 24 unit pesawat sekaligus," ujar Purnomo Yusgiantoro ketika masih menjabat Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.
Tapi hibah itu tidak gratis. Biaya untuk mendatangkan 24 pesawat hibah bekas F-16 itu adalah sebesar US$ 600 juta atau Rp 6,6 triliun. Lalu membengkak jadi US$ 750 juta atau Rp 8,2 triliun dengan asumsi dolar Rp 11 ribu pada saat itu.
Jadi, dengan demikian, harga satu pesawat F-16 bekas yang terbakar itu adalah Rp 341 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya