Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
ISSI Melaju Positif Sepanjang Perdagangan (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) berbalik menguat. Penguatan tiga indeks acuan saham syariah bahkan melampaui penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Meski menguat terbatas, indeks saham syariah ini melaju positif sepanjang sesi perdagangan. Penguatan ini berbalik dengan prediksi sejumlah analis yang memperkirakan laju indeks akan melemah.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Selasa, 8 Oktober 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia naik 0,833 poin (0,450%) ke level 185,761.
Total transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp3,42 triliun dengan 62,9 juta lot saham yang berpindah tangan. Laju ISSI banyak ditopang aksi beli investor lokal.
Pemodal asing masih belum cukup percaya diri terjun ke lantai bursa saham syariah. Dengan valuasi mencapai Rp1,68 triliun, asing mencatat nett 68,936 lot saham.
ISSI memulai sesi perdagangan dengan menguat ke level 185,693 pada sesi pembukaan. Laju positif ISSI terus melaju hingga sesi penutupan perdagangan.
Dua indeks saham syariah juga tak luput dari aksi menguat. Jakarta Islamic Index (JII) yang merupakan indeks bluechips syariah naik 3,829 poin (0,575%) ke level 669,417.
Sementara indeks saham syariah terbaru, JII70, naik 1,417 poin (0,629%) ke level 226,644.
Kenaikan yang dialami tiga indeks acuan saham syariah ini lebih tinggi dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks acuan BEI ini naik 39,019 poin (0,650%) ke level 6.039,601.
Hampir seluruh indeks sektoral bergerak menguat di perdagangan hari ini. Hanya infrastruktur yang bergerak melemah 0,232 persen.
Saham-saham di sektor barang konsumsi memimpin penguatan dengan indeks menguat 1,353 persen. Diikuti manufaktur 0,946 persen, dan keuangan 0,913 persen.
Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang kemarin mengalami koreksi tajam, kali ini menjadi buruan investor. Menjadi top gainer saham syariah, UNVR naik Rp725. Diikuti POLU yang menguat Rp310, ITMG Rp300, BTPS Rp280, dan FAST Rp 250.
Sementara jajaran top losser saham syariah dipimpin BLTZ yang melemah Rp1000, HEXA Ep550, INTP Rp550, CMNP Rp260, dan UNTR melemah Rp260 per saham.
Hal berbeda terjadi pada pasar keuangan. US Dollar, mata uang Negeri Paman Sam sore ini bergerak naik 48 poin (0,338%) menjadi Rp14.210 per dollar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya