Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
UBiome Mengajukan Kebangkrutan Karena Tak Kunjung Dapat Investor (Foto: Shutterstock)
Dream - Perusahaan bernilai triliunan bukan jaminan akan bertahan lama. Inilah yang dialami startup uBiome saat harus mengumumkan kebangkrutannya.
Di masa jayanya, uBiome yang memilih bisnis di sektor kesehatan pernah memiliki sempat memiliki valuasi hingga US$600 juta atau sekitar Rp8,5 triliun.
Kini perusahaan itu tinggal menunggu nasib gulug tikar. Mengutip Bussines Insider, uBiome dilaporkan kehabiskan dana untuk menjalankan bisnis mereka.
Masalah mulai muncul ketika publik mempertanyakan validasi ilmiah kinerja mereka. uBiome diketahui meneliri mikroba di kotoran manusia.
" Saya harus berbagi kabar buruk. Kita tidak bisa lagi melanjutkan operasi secara normal karena kita tak memiliki pendanaan," tulis uBiome dalam email kepada pegawainya.
uBiome dilaporkan tak bisa memperpanjang masa pelunasan utang yang selama ini mendanai operasional bisnis mereka. Kini perusahaan telah mengangkat wali amanat (trustee) untuk proses likuidasi.
Kabar kebangkrutan uBiome sebetulnya sudah lama terdengar. Perusahaan telah mengajukan kebangkrutan ke otoritas di AS. Upaya mereka mencari pembeli untuk mengambil alih aset, menyelamatkan pekerjaan dan bisnis inti tak berhasil. Kini mereka sedang mengajukan penutupan perusahaan.
Startup ini menyebut bisa memberikan insight terbaru soal mikrobioma yang diperiksa melalui kotoran pasien. Tetapi, beredar isu bahwa ada masalah pada sains perusahaan itu. Pihak perusahaan pun melakukan investigasi internal.
Pada April lalu, startup ini digeledah FBI karena mengirim tagihan ke pelanggan untuk biaya hasil tes lab terbaru. Namun, tes itu dilakukan tanpa sepengetahuan si pelanggan. Tagihannya bisa mencapai USD 3.000 (Rp 42,5 juta).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya