Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Indeks Saham Syariah Di BEI Ditutup Melemah Di Awal Pekan (Foto: Shutterstock)
Dream - Bursa saham syariah Indonesia masih belum kokoh melaju di teritori positif. Menguat tipis di akhir pekan kemarin, tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali terperosok masuk zona merah.
Laju positif Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hanya bisa berjalan sepanjang satu jam perdagangan pertama.
Pada penutupan perdagangan BEI, Senin, 7 Oktober 2019, ISSI melemah 2,30 poin (1,23%) ke level 184,928.
ISSI memulai positif sesi pembukaan usai menguat ke level 187,595. Namun penguatan terbatas itu hanya berlangsung sekitar 1 jam 10 menit. Tekanan jual mendorong ISSI jatuh kembali ke zona merah.
Sesi perdagangan pertama ditutup ISSI di zona merah di level 185,746. Mengawali sesi kedua, tak ada tanda-tanda ISSI akan kembali menguat. Sebaliknya, ISSI malah semakin tertekan dan menutup perdagangan awal pekan ini di zona merah.
Tekanan lebih besar dialami dua indeks bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) yang sempat dibuka menguat hanya bertahan selama 5 menit.
Indeks JII menutup perdagangan dengan melemah 11,057 poin (1,634%) ke level 665,588. Sementara indeks JII70, terpangksa 3,634 poin (1,588) ke level 225,225.
Seluruh indeks sektoral rontok di perdagangan awal pekan ini. Koreksi terdalam dialami sektor industri dasar yang terpangkas sampai 2,507% disusul manufaktur 1,750 persen, dan barang konsumsi 1,466 persen.
Saham perusahaan barang konsumsi PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memimpin top looser saham syariah dengan pelemahan Rp1.425 per saham. Diikuti INTP yag melemah Rp650, TPIA Rp300, SMGR Rp225, dan CPIN Rp 150.
Sebaliknya, emiten lapis menghuni daftar top gainer saham syariah dipimpin PRDA yang naik Rp260 per saham. Diikuti UNTR Rp200, BTPS Rp170, KINO Rp170, dan FIRE 140 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs dollar AS terhadap rupiah sore ini turun tipis 4 poin (0,028%) menjadi Rp14,142.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan