Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Susi Pudjiastuti
Dream - Susi Pudjiastuti memberikan isyarat perpisahan kepada masyarakat nelayan saat berkunjung ke Natuna, Provinsi Riau. Dia menyebut kunjungan dinas kali ini sebagai kedatangan terakhirnya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.
“ Bapak ibu sekalian, ini barangkali kunjungan saya sebagai menteri terakhir, mungkin saya tidak bisa berkunjung lagi sampai tanggal 20 Oktober 2019,” kata Susi Pudjiastuti, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 8 Oktober 2019.
Susi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna pada Senin 7 Oktober 2019. Dia meresmikan oprasional Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) yang berada di Selat Lampa pada Senin dan menenggelamkan empat kapal pencuri ikan asal Vietnam.
Dalam kesempatan itu, Susi juga berterima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Natuna karena selama ini menerima kedatangannya dengan baik. Dia bahkan mengaku tertarik dan jatuh cinta dengan Natuna.
“ Jadi kalau saya sudah tidak lagi jadi menteri datang ke sini iya tolong bapak dan ibu tetap ramah saja kepada saya. Boleh toh Pak Bupati? Iyaa karena saya senang lautnya,” tambah Susi Pudjiastuti.
Meski mengaku cinta Natuna, Susi Pudjiastuti merasa sedih karena ekosistem di bawah laut yang makin tergerus akibat penangkapan-penangkapan ikan dilakukan dengan cara terlarang, baik pengeboman maupun penggunaan alat tangkap yang dapat merusak ekosistem bawah laut.
“ Saya sedih kalau snorkling tidak ada isinya pak. Itu saja. Begitu berenang lihat ke bawah enggak ada apa-apanya, sedih pak," keluh Susi.
Susi pun meminta para petugas di lapangan terus berkomitmen menjaga kedaulatan laut Indonesia, utamanya menindak tegas para pencari ikan yang melakukan penangkapan secara terlarang.
“ Dan saya berharap seluruh petugas di sini akan terus komitmen dan terus teguh menjaga kedaulatan laut untuk menjaga keberadaan dari natuna ini. Natuna sangat penting dan strategis untuk Indonesia,” tandas Susi Pudjiastuti.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya