Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Agustina Wulan Dan Wiku Pamerdasih (Foto: Istimewa)
Dream - Dalam meraih kesuksesan dan keluar dari keadaan ekonomi yang kurang memadai, diperlukan kerja keras serta kegigihan. Seperti kisah perjuangan Agustina Wulan, 27 tahun.
Wulan, panggilan akrabnya, tinggal bersama ibu dan kedua saudara kandungnya di Jl Pepaya 2, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Ia tinggal di rumah petak sederhana berkuran 2,5 x 7 meter.
Ibu Wulan bekerja sebagai pedagang sayur keliling yang hampir setiap harinya terjaga hingga pukul 03.00 dini hari. Penghasilannya setiap hari Rp50 ribu yang hanya bisa dipakai untuk membeli makan bagi tiga anaknya.
“ Tak jarang saya selalu merasa sedih, setiap malam selepas saya salat tahajud saya selalu menyempatkan diri untuk sujud meminta agar Allah SWT memberikan kemudahan untuk mencari rezeki. Setiap perjalanan hidup memang tidak dapat ditebak. Siapa sangka saya yang seorang single parent mampu mengantarkan anak-anak ke gerbang pendidikan,” ujar Wiku Pamerdasih, ibunda Wulan.
Meski hidup terbilang pas-pasan, beruntungnya Wulan dikenal sebagai sosok yang rajin dan cerdas.
Sejak duduk di bangku SMK Farmasi Minasa Mulia, Wulan kerap mengambil pekerjaan paruh waktu di berbagai tempat guna membantu ibunya. Penghasilannya digunakan untuk tambahan biaya sekolah.
Meski waktu senggangnya dipakai untuk bekerja, prestasi pendidikannya tak berpengaruh banyak. Malahan, Wulan kerap mendapat deretan prestasi di sekolah.
“ Meskipun sempat mengalami kesedihan hebat saat kepergian ayah, tapi itu tak menjadi alasan untuk kembali bangkit melanjutkan cita-cita yang sudah terajut. Waktu itu tujuan saya hanya ingin membahagiakan ibu dan mengubah perekonomian keluarga menjadi lebih baik,” katanya.

Saat masih bersekolah di SMK, ibunda Wulan mengaku kebingungan lantaran tidak memiliki uang untuk melanjutkan sekolahnya. Beruntungnya, ada program beasis 3G (Tiga Gemilang) yang digulirkan oleh LAZ Al Azhar untuk siswa/i kelas 3 SMA/sederajat bagi kalangan duafa yang berprestasi di bidang akademik.
Selepas lulus dari SMK Farmasi Minasa Muia, Wulan belum bisa langsung meneruskan pendidikannya karena kendala biaya. Tapi karena dorongan dan doa kuat dari ibunda tercinta akhirnya Wulan bisa meneruskan kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jurusan Farmasi.
Merasakan pahitnya kehidupan membuat Wulan terus maju, ternyata pesan moral yang disampaikan ibunda juga menjadi sebuah pengingat.
“ Bekerjalah kamu, semua itu untuk kamu sampai kamu sukses dan bisa mandiri. Semoga kehidupan yang kamu miliki kelak dapat lebih baik dari kehidupan yang ibu jalani,” ungkap Wiku.

Wiku juga mengatakan bahwa pengalaman hidup berliku yang dijalani Wulan agar dijadikan pembelajaran dan pasti ada hikmah bisa diambil.
“ Kamu ini termasuk orang yang dipilih Allah SWT dan termasuk kepada orang-orang luar biasa, karena bisa menjalani kehidupan yang penuh tantangan ini hingga sukses. Sama seperti mama yang bisa membesarkan tiga orang anak tanpa didampingi bapakmu, dan semoga kamu menjadi orang sukses dan punya banyak manfaat” tutupnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya