7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Biaya Sekolah TK Yang Melangit Membuat Banyak Ibu Menjerit. (Foto: Shutterstock)
Dream - Beberapa waktu lalu viral unggahan seorang perencana keuangan berisi biaya pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) di media sosial. Dalam unggahan tersebut tercantum besaran biaya pendidkkan yang sangat tinggi.
Tingginya biaya pendidikan TK tentu saja membuat para orangtua cemas. Tetapi, Sahabat Dream tidak perlu khawatir karena masalah tersebut dapat diatasi dengan perencanaan keuangan yang matang.
Dikutip dari Cek Aja, setiap orangtua tentu menginginkan sekolah yang terbaik untuk buah hatinya. Dengan pendidikan yang baik, seorang anak diharapkan bisa lebih sukses di kemudian hari.
Di sisi lain, biaya pendidikan di Indonesia kian hari semakin mahal. Porsi kenaikan biaya pendidikan sendiri bisa mencapai 10-15 persen per tahunnya.
Lantas, bagaimana cara terbaik mempersiapkan dana sekolah untuk anak?
Pertama, rencanakan jenjang pendidikan anak. Misalnya, apakah ingin terlebih dulu didaftarkan ke playgroup baru TK?
Setelah itu, rencanakan jenjang pendidikan selanjutnya mulai SD, SMP, SMA, dan kuliah. Kira-kira, sekolah mana yang akan dipilih anak?
Tapi ingat, lakukan perencanan jenjang ini secara berkala agar tidak terlalu jadi beban. Jika jenjang pendidikan sudah diputuskan, itu akan lebih mudah untuk memprediksi dan menyusun biaya pendidikan anak.
Setelah menyusun rencana jenjang pendidikan, saatnya menghitung biaya yang dibutuhkan. Kamu juga harus menghitung kemungkinan inflasi per tahun, sehingga kenaikan biaya pendidikan di masa depan dapat dibayangkan.
Cari tahu info perintilan biaya yang bakal dikeluarkan. Mulai dari urusan transportasi, uang jajan, buku, dan seragam.
Hitung juga waktu untuk menabung atau mengumpulkan pundi-pundi uang untuk biaya masuk sekolah tersebut. Semisal apakah dalam jangka waktu empat tahun (sejak anak lahir) biaya masuk TK sudah terkumpul?
Dana pendidikan anak seharusnya ditabung tersendiri agar tidak terpakai untuk kebutuhan lain. Nah daripada pusing, lebih baik buka tabungan pendidikan.
Tabungan pendidikan adalah cara paling mudah yang dapat dilakukan untuk menyipkan dana pendidikan anak. Jenis tabungan ini sangat cocok untuk mengelola biaya pendidikan yang sifatnya rutin seperti membayar kursus, membeli buku dan membayar SPP.
Tetapi, tabungan pendidikan kurang menguntungkan untuk investasi jangka panjang. Ini karena bunga yang ditawarkan sangat kecil, sekitar 2-3 persen saja per tahun.
Pilihan lain yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan dana pendidikan anak adalah asuransi pendidikan. Tujuan mengambil asuransi pendidikan adalah supaya saat anak masuk sekolah, orangtua punya simpanan yang cukup.
Sistemnya hampir sama dengan menabung tabungan pendidikan namun secara jumlah tergantung seberapa besar premi yang sanggup kamu bayarkan. Semakin dini anak diasuransikan, biaya preminya pun akan lebih terjangkau.
Melihat kenaikan biaya sekolah yang semakin tinggi mungkin tabunganmu juga perlu didukung oleh sejumlah investasi. Semisal dengan menanamkan uang di reksa dana atau emas.
Reksa dana sangat fleksibel, dapat dibeli dan dijual kapan saja sesuai dengan ketentuan yang berlaku di prospektus.
Jika ingin berinvestasi emas untuk biaya pendidikan anak, segera lakukan dari sekarang. Karena emas termasuk investasi yang sifatnya jangka panjang.
Usahakan menyimpan emas batangan yang memiliki kadar 99 persen daripada dalam bentuk perhiasan.
Tak hanya orangtua yang berperan dalam mempersiapkan dana pendidikan, anak pun harus ikut dilibatkan. Tanyakan minat mereka mereka, apakah tertarik dengan sekolah biasa atau mau homeschooling?
Bahkan sekarang ada pilihan sekolah alam juga. Sesuaikan minat tersebut, agar semakin mempermudahmu saat memilih sekolah yang tepat untuknya nanti.
PR lain untuk orangtua, bandingkan kurikulum dan ketahui bagaimana lingkungan serta pergaulan di sana.
Jangan keburu terbebani dengan nominal biaya pendidikan anak. Lupakan nilainya, fokuslah menabung dan berinvestasi.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?