Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(dok : Jualo.com)
Dream - Meningkatnya jumlah pengguna internet ternyata tidak diiringi dengan peningkatan jumlah pengguna layanan belanja online. Meski hingga kini pengakses internet di Indonesia telah mencapai 100 juta, namun tren belanja online hingga kini masih relatif kecil.
Meski begitu, bisnis e-commerce diprediksi akan semakin besar seiring dengan meningkatnya kebiasaan orang Indonesia untuk menghabiskan uangnya di sejumlah situs belanja online. Optimisme inilah yang membuat Chaim Fetter tertarik untuk mengembangkan peluang bisnis situs belanja online.
Melihat persaingan Tokobagus dan Berniaga, Chaim yakin jika Jualo dapat lebih sukses dibandingkan dua pesaingnya terdahulu. Fokus pada pembeli menjadikan situs yang resmi diperkenalkan pada Januari 2014 ini berbeda dengan dua pesaingnya.
" Pas teman saya tunjukkan situs e-commerce yang fokus ke penjual, saya yakin situs yang saya buat lebih bagus karena fokusnya justru ke pembeli karena pembeli yang sebenarnya punya uang jadi harus bisa buat mereka percaya sama kita," ungkap Chaim Fetter, CEO dan Founder Jualo.com saat berbincang dengan Dream.
Pria berusia 33 tahun ini juga menyebut jika kepercayaan pembeli sudah didapat, maka dengan sendirinya penjual akan datang. Strategi ini bukan tanpa alasan, mengingat tingkat kepercayaan dan keamanan merupakan kunci bagi sebuah layanan jual beli online bagi masyarakat Indonesia.
Sekedar ilustrasi, Chaim menyebut bisnis e-commerce sangat menarik di Indonesia karena sudah lebih dari 70 juta pengakses internet juga menggunakan Facebook dan Twitter. Sementara saat ini hanya 2% kompetitor yang baru bisa menjangkau para pengguna internet untuk memakai layanan belanja online mereka.
" Kalau dibandingkan dengan negara tetangga Indonesia sangat menarik dan pasti akan tumbuh besar, pemainnya masih sedikit tapi pasarnya besar dan ini berbeda dengan Singapura yang bisnis belanja online sudah lumayan sesak," ucap penyuka lari dan diving ini.
Sebagai technopreneur yang telah lama menekuni bisnis e-commerce, Chaim menyebut kondisi di Indonesia jauh berbeda dengan di negeri asalnya, Belanda. Di Negeri Kincir Angin tersebut layanan belanja online sudah digunakan 80% dari masyarakat yang sudah 'melek' internet.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya