Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG
Dream - Sentimen negatif luar negeri akhirnya memaksa bursa saham Indonesia menutup perdagangan jelang libur akhir pekan di zona merah. Pemodal asing juga kembali menarik dananya dalam jumlah signifikan.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakata, Jumat, 10 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 30,91 poin (0,62%) ke level 4.962,96.
Level penutupan sedikit lebih baik dari sesi pembukaan dimana IHSG terjun bebas 45,59 (0,91%) ke level 4.948,28.
Transaksi perdagangan kali ini menciptakan perputaran uang hingga Rp 4,13 triliun dengan 38,83 juta saham diperdagangkan pelaku pasar.
Tercatat 223 emiten bergerak ke zona merah sementara 80 lainnya masih bisa bertahan di zona hijau.
Seluruh indek sektor saham terjatuh ke teritori negatif dengan pelemahan tertinggi dialami emiten industri aneka yang turun 2,58 persen. Diikuti pertambangan 1,7 persen dan perkebunan 1,28 persen.
Kejatuhan IHSG ke zona merah juga memaksa dua indeks saham syariah tak berkutik. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup melemah 1,44 poin (0,9%) ke level 159,87.
Pelemahan harga yang melanda 141 saham syariah memaksa ISSI terpuruk di zona merah usai dibuka melemah di level 159,91.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,77 triliun dengan 29,87 juta saham ditransaksikan pelaku pasar.
Koreksi lebih tajam dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 6,82 poin (1,03%) ke level 655,99.
Kenaikan harga saham dari 6 emiten unggulan syariah tak cukup kuat mengangkat JII ke zona merah. Tercatat 23 emiten JII melemah sementara 1 lainnya stagnan.
Jatuhnya seluruh indeks bursa saham Indonesia kali ini sejalan dengan pasar modal kawasan Asia yang juga ditutup melemah. Indeks Hang Seng dan Nikkei tercatat melemah 1,9 persen dan 1,15 persen.
Sementara dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah juga tak kuasa menahan sentimen negatif pasar. Kurs rupiah sore ini bertengger di level 12.255 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya