Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Investor Cemas, Indeks Syariah Terjun Bebas

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 10 Oktober 2014 09:23
Investor Cemas, Indeks Syariah Terjun Bebas
Dua pernyataan negatif dari petinggi ECB dan investor terkenal AS membuat pelaku pasar dihinggapi kekhawatiran. Apa pernyataan mereka?

Dream - Pelaku pasar modal dunia tengah dilanda kekhawatiran besar. Komentar negatif dari petinggi Bank Sentral Eropa dan investor terkenal Amerika Serikat membawa bursa saham global memerah.

Bos Bank Sentral Eropa (ECB), Draghi mengatakan Euro saat ini tengah menghadapi masalah struktural. Sementara investor ternama Negeri Paman Sam, Icahn meniai koreksi besar akan segera berlangsung.

Tak pelak, pernyataan negatif tersebut langsung menyeret bursa saham global dan Asia terpuruk ke zona merah. Tak terkecuali pasar modal Indonsia.

Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 10 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terjun bebas 45,59 (0,91%) ke level 4.948,28.

Indeks terus amblas ke zona merah di sesi pembukaan setelah IHSG terkoreksi 49,78 (1%) ke level 4.944,09.

Di awal sesi ini, sebanyak 40 emiten bergerak melemah sementara hanya 3 yang menguat

Pelaku pasar yang dilanda kecemasan langsung melakukan aksi jual terhadap 126.583 lembar saham bernilai Rp 38,61 miliar.

Pemodal asing memang masih membuka perdagangan dengan mencatat nett buy tipis Rp 4,65 miliar. Namun aksi beli ini berkurang dalam 10 menit perdagangan menjadi Rp 2,57 miliar.

Jatuhnya bursa saham Wall Street ditandai Dow Jones yang ambruk 2 persen juga membawa indeks saham syariah terlempar ke zona merah.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini membuka perdagangan dengan melemah 1,40 poin (0,87%) ke level 159,91.

Sebanyak 33 emiten bergerak melemah dan hanya dua penghuni ISSI yang melaju di zona hijau. Pelaku pasar mentransaksikan tak kurang 103.020 lembar saham dengan nilai Rp 24,21 miliar

Koreksi terdalam dialami emiten bluechips syariah yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index (JII). Indeks saham unggulan ini terhempas 7,85 poin (1,19%) ke level 654,96.

Indeks JII bahkan kembali terkoreksi 8,99 poin (1,36%) ke level 653,82 pada sesi pembukaan.

Dari kawasan regional, indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng Hong Kong juga tak lepas dari kecemasan pelaku pasar. Kedua indeks ini masing-masing melemah 1,36 persen dan 1,01 persen.

Koreksi dalam juga dialami Kospo Korea Selatan yang terpangkas 1,14 persen.

Rupiah yang kemarin sempat menguat kini kembali dilanda kepanikan. Rupiah bergerak melemah 9 poin (0,07%) ke level 12.175 per dolar AS.

" Data-data ekonomi Amerika sebenarnya malah 'bagus'. Bagus dalam tanda kutip karena meski fata tenaga kerjanya jelek, itu berarti The Fed tidak akan naikin suku bunga cepat," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya.

Setelah kemarin IHSG memberikan signal negatif dengan gagal ditutup diatas resisten 5004, Satrio menganggap wajar jika IHSG akan kembali turun hari ini.

" IHSG memang masih berada dalam trend turun dengan potensi koreksi hingga kisaran 4750-4900," katanya.

Beri Komentar