Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG
Dream - Pelaku pasar modal dunia tengah dilanda kekhawatiran besar. Komentar negatif dari petinggi Bank Sentral Eropa dan investor terkenal Amerika Serikat membawa bursa saham global memerah.
Bos Bank Sentral Eropa (ECB), Draghi mengatakan Euro saat ini tengah menghadapi masalah struktural. Sementara investor ternama Negeri Paman Sam, Icahn meniai koreksi besar akan segera berlangsung.
Tak pelak, pernyataan negatif tersebut langsung menyeret bursa saham global dan Asia terpuruk ke zona merah. Tak terkecuali pasar modal Indonsia.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 10 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terjun bebas 45,59 (0,91%) ke level 4.948,28.
Indeks terus amblas ke zona merah di sesi pembukaan setelah IHSG terkoreksi 49,78 (1%) ke level 4.944,09.
Di awal sesi ini, sebanyak 40 emiten bergerak melemah sementara hanya 3 yang menguat
Pelaku pasar yang dilanda kecemasan langsung melakukan aksi jual terhadap 126.583 lembar saham bernilai Rp 38,61 miliar.
Pemodal asing memang masih membuka perdagangan dengan mencatat nett buy tipis Rp 4,65 miliar. Namun aksi beli ini berkurang dalam 10 menit perdagangan menjadi Rp 2,57 miliar.
Jatuhnya bursa saham Wall Street ditandai Dow Jones yang ambruk 2 persen juga membawa indeks saham syariah terlempar ke zona merah.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini membuka perdagangan dengan melemah 1,40 poin (0,87%) ke level 159,91.
Sebanyak 33 emiten bergerak melemah dan hanya dua penghuni ISSI yang melaju di zona hijau. Pelaku pasar mentransaksikan tak kurang 103.020 lembar saham dengan nilai Rp 24,21 miliar
Koreksi terdalam dialami emiten bluechips syariah yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index (JII). Indeks saham unggulan ini terhempas 7,85 poin (1,19%) ke level 654,96.
Indeks JII bahkan kembali terkoreksi 8,99 poin (1,36%) ke level 653,82 pada sesi pembukaan.
Dari kawasan regional, indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng Hong Kong juga tak lepas dari kecemasan pelaku pasar. Kedua indeks ini masing-masing melemah 1,36 persen dan 1,01 persen.
Koreksi dalam juga dialami Kospo Korea Selatan yang terpangkas 1,14 persen.
Rupiah yang kemarin sempat menguat kini kembali dilanda kepanikan. Rupiah bergerak melemah 9 poin (0,07%) ke level 12.175 per dolar AS.
" Data-data ekonomi Amerika sebenarnya malah 'bagus'. Bagus dalam tanda kutip karena meski fata tenaga kerjanya jelek, itu berarti The Fed tidak akan naikin suku bunga cepat," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya.
Setelah kemarin IHSG memberikan signal negatif dengan gagal ditutup diatas resisten 5004, Satrio menganggap wajar jika IHSG akan kembali turun hari ini.
" IHSG memang masih berada dalam trend turun dengan potensi koreksi hingga kisaran 4750-4900," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya