Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Meski sudah tancap gas di awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum cukup kuat menutup perdagangan di level 5.000. Pelaku pasar yang ekstra hati-hati jelang penutupan membuat laju penguatan IHSG terseret melemah.
Pelemahan terutama dipicu oleh koreksi harga saham yang terjadi pada emiten-emiten sektor pertambangan. Indeks sektor tambang menjadi satu-satunya yang turun ke zona merah dengan pelemahan 12,99 poin (0,86%).
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 9 Oktober 2014, IHSG hanya sanggup menguat 35,36 poin (0,71%) ke level 4.993,87.
Laju kenaikan ini sedikit lebih baik dari sesi pembukaan dengan kenaikan 34,71 poin (0,70%) ke level 4.993,22. IHSG bahkan sempat menembus level 5.014,50.
Tercatat sebanyak 207 emiten di lantai bursa saham Indonesia bergerak ke zona hijau ditengah koreksi yang diderita 95 emiten lainnya.
Transaksi perdagangan saham terbilang cukup minim karena hanya mencetak angka Rp 3,94 triliun. Pelaku pasar hanya memperdagangka 45,78 juta saham.
Investor asing masih belum berani masuk ke pasar modal Indonesia. Terbukti, untuk kedua kalinya, sejak aksi beli lalu, asing kembali mencatat nett buy sekitar Rp 241 miliar.
Tren penguatan yang tertahan juga dialami dua indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 0,84 poin (0,53%) ke level 161,32.
Melemahnya harga saham dari 69 emiten syariah menahan laju pengautan ISSI yang sempat menyentuh level tertinggi 162,32. Bertahannya ISSI di zona merah terbantu oleh naiknya harga saham dari 125 emiten.
Pelaku pasar mentransaksikan tak kurang dari 125 emiten syariah. Dari aksi jual beli ini, bursa saham Indonesia dibanjiri tak kurang Rp 2,78 triliun.
Di jajaran saham unggulan syariah, sebanyak 18 emiten bergerak menguat. Naiknya harga saham ini membuat indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 3,46 poin (0,53%) ke level 662,81.
Gerak positif bursa saham nasional tak lepas dari sentimen positif indeks saham utama Asia. Hang Seng Hong Kong dan Strait Times masing-masing menguat 1,17 persen dan 1,03 persen.
Nikkei yang pagi tadi dibuka menguat kini justru melemah 117,1 poin (0,75%).
Kabar positif juga datang dari pasar keuangan usai rupiah kembali bergerak menguat. Kurs rupiah sore ini naik 97 poin (0,79%) ke level 12.138 per dolar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya