Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap melakukan sosialisasi kembali mengenai perbankan syariah di Bali. Hal ini guna mengurangi kesalahpahaman beberapa golongan mengenai industri keuangan tersebut.
Demikian disampaikan Deputi Komisioner OJK Bidang Pengawasan Perbankan I Mulya E Siregar di Jakarta, menjawab pertanyaan adanya penolakan perbankan syariah oleh Rektor Universitas Mahendradatta, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa.
" Mungkin saja karena sosialisasi kurang lengkap di Bali, tapi kita sudah lakukan sosialisasi, bahkan waktu acara perbankan syariah di Bali tahun 2013, gubernur Bali hadir. Kita juga punya bank syariah di Bali, yang pelanggannya dan kepala kantornya juga dari non muslim," ungkapnya.
Mulya menilai adanya protes tersebut karena masalah kesalahpahaman mengenai sistem perbankan syariah. Dia menegaskan dalam perbankan syariah tidak ada misi Islamisasi atau keagamaan.
" Mungkin rektor tersebut merasa ini misi agama, padahal ini alternatif masyarakat untuk berbisnis dengan cara Islami yang memang sejalan dengan budaya nenek luhur kita. Kalau ada penentangan, kita cari waktu untuk sosialisasi, berdiskusi dengan Rektor Mahendratta," tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Edi Setiadi. Menurutnya, pihak OJK akan lebih bersungguh-sungguh melakukan sosialisasi mengenai sistem perbankan syariah di Bali sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang justru akan merugikan perekonomian nasional.
" Jadi itu terjadi di sebagian Bali saja, mungkin karena kita kurang bersungguh-sungguh dalam soialisasi," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya