Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menjajaki komitmen pengembangan perbankan syariah dengan pihak regulator Dubai. Rencananya kesepakatan kerjasama ini akan dikuatkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada bulan November mendatang.
Demikian disampaikan Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Edi Setiadi saat ditemui di Jakarta, Selasa, 7 Oktober 2014.
" Prinsipnya sebenarnya, sepanjang mereka komitmen untuk mengembangkan perbankan syariah dan dibuktikan dengan pembelian saham 24,9% (pembelian saham Bank Panin oleh DIB) saat ini. Kita welcome dengan kehadiran mereka," ujarnya.
Menurut Edi, OJK tidak hanya berencana menggandeng Dubai Islamic Bank. Ada juga yang lainnya di pasar keuangan.
" Sehingga kita menjajaki MoU kerjasama antar regulator di sana dengan OJK. Mudah-mudahan pelaksanaannya akan dilakukan di November yang akan datang," tambahnya.
Menurut Edi, berdasarkan pantauan OJK, banyak perusahaan perbankan asal Dubai yang menaruh minat menanamkan sahamnya pada perbankan syariah di Indonesia.
" Sebenarnya banyak (yang minat berinvestasi), ketika Pak Muliaman berada di luar. Saya lihat sekarang ini, mereka sedang lihat komposisi kepemilikan asing di perbankan kita, karena tidak hanya ke konvensional, mereka masih wait and see," ungkapnya.
Saat ini, lanjut Edi, kedua belah pihak tengah menyiapkan pelaksanaan MoU tersebut. Diharapkan, kerjasama ini tidak sebatas untuk perbankan syariah melainkan industri keuangan syariah secara keseluruhan.
" Sekarang kita sedang berdiskusi siapa pemegang sahamnya dan sebagainya. Bukan pemegang saham Dubai, tapi ultimate-nya. Kalau mereka juga siap dan sudah tentukan siapa yang akan di fit and proper, itu bisa kita lakukan tahun ini," pungkasnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya